Kejagung Garap Internal BPJS TK Guna Pastikan Calon Tersangka

HEADLINE HUKRIM

Kantongi Info dari Manajer Investasi

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Setelah mengantongi keterangan dari Fajar Rachman Hidajat, Kamis (18/2), Dirut PT. Syailendra Capital, Kejaksaan Agung konfrontasi dengan kalangan Internal BPJS Ketenagakerjaan (TK).

Kalangan internal dimaksud,  CT (Dealer Pasar Uang BPJS-TK. Hingga usai pemeriksaan, di Gedung Bundar, Senin (22/2) belum diketahui hasilnya.

Dari keterangan yang dihimpun, tim penyidik memperoleh keterangan siqnifikan untuk melangkah lebih lanjut.

Dengan hasil itu sekaligus tepis dalih BPJS TK, kerugian sampai Rp20 triliun selama 3 tahun terakhir bersifat potensi “gugur” sudah.

Sebelum Fajar, Kejagung periksa intensif manajer investasi  Irwanti (Direktur PT. Shroder Investment), Rabu (17/2) dan   Presdir-nya Michael T. Tjoajadi, beberapa waktu sebelumnya.

“Saya meyakini tim sudah punya gambaran siapa-siapa. Tinggal tunggu penetapan tersangka, ” kata Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman, juga Pelapor Skandal BPJS, Senin (22/2) malam.

ALAT BUKTI

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pemeriksaan CT, dalam rangka pencarian fakta hukum.

“Tentunya, sekaligus mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi, ” tuturnya, di Jakarta, Senin (22/2).

Dalam keterangannya, tidak disinggung siapa saja bakal dicegah ke luar negeri sekaligus  sebagai calon tersangka.

Mengacu kepada SOP Skandal Asabri dan Jiwasraya, penetapan tersangka didahului pencegahan.

Pada Kamis (18/2), selain Fajar Rachman Hidayat turut diperiksa YS (PIC PT. Ashmore Asset Management Indonesia).

Serta, B (Head Divison PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia) dan FRS ( Asdep Resiko Investasi Pendapatan dan Pasar Modal Manajemen Resiko BPJS-TK).

Sementara, Rabu (17/2) selain Irwanti juga diperiksa Yacinta Fabiana Tjang (Direktur PT. UOB Kay Hian Sekuritas) dan Tae Yong Shim (Dirut PT. Mirae Asset Sekuritas Indonesia).

Serta,  II (Dealer PT Samuel Asset Manajemen),  A (PIC PT Indo Premier Sekuritas), LW (PIC PT Schroder Investment Management Indonesia).

Lalu, KBW (Deputi Direktur Pasar Modal BPJS-TK), NHP (Karus  Pengelolaan Aset dalam Pengawasan Khusus BPJS-TK). (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *