Telisik Aset Bentjok, Kejagung Garap PT. Harvest Time (Properti)

HEADLINE HUKRIM

Manajer Investasi Ditersangkakan ?

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Telisik aset Benny Tjokrosaputro (Bentjok), Direktur PT. Harvest Time (anak usaha PT. Hanson International Tbk) HS diperiksa.

Namun, sampai usai pemeriksaan terkait Skandal Asabri belum diketahui tambahan aset yang bakal disita guna menutup kerugian negara Rp23,7 triliun.

PT. Harvest Time adalah anak usaha PT. Hanson International milik Bentjok, begerklak di bidang Properti.

Selain itu nama HS tidak terdaftar dalam Jajaran Direksi PT. Harvest Time yang dipimpin Raden Agus Santosa. Direksi lain atas nama Rony Agus Suseno, George I. Ratulangi dan Adnan Tabrani.

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pemeriksaan Direktur PT. Harvest Time inisial HS dalam rangka mencari fakta hukum, guna mengumpulkan alat bukti guna membuat terang perkara.

“Direktur PT. Harvest Time diperiksa sebagai saksi, ” katanya, di Jakarta, Senin (22/2) malam.

Sebelum ini, Kejagung tetapkan tersangka baru atas nama Jimmy Sutupo selaku Direktur PT. Jakarta Emiten Investor Relation (JEIR), Senin (15/2).

Dua pekan sebelumnya, ditetapkan 8 tersangka atas nama Heru Hidayat Dkk, Senin (1/2).

UBER ASSET

Sebelum ini, Senin (15/2), Kejagung sita 131 sertifikat HGB milik Bentjok (Dirut PT. Hanson Int) atas nama PT. Harvest Time seluas 183 hektar, di Kecamatan Curugbitung, Kabupatan Lebak, Banten.

Jauh sebelumnya, aset tanah milik Bentjok telah disita 566 sertifikat HGB seluas 194 hektar, di Curugbitung, Sajirah dan Maja, Lebak, Banten.

Lalu, lahan seluas 33 hektar, terdiri 158 sertifikat HGB, di Kalang Anyar, Cibadak dan Rangkas, Lebak, Banten.

Belum diketahui alasan aset-aset tersebut luput disita  dalam Skandal Jiwasraya, yang merugikan negara Rp16, 81 triliun.

Seperti disampaikan Kapuspenkum (saat itu) Hari Setiyono, Kamis (19/3/ 2020), tim penyidik saat itu telah menyita lahan Bentjok, di Kabupaten Lebak dan Tangerang, Banten dan Bogor, Jabar.

Selain itu juga, tim penyidik telah memasang plang di 458 titik, di Lebak dan 38 titik, di Tangerang dan Bogor 240 titik. Bentjok dikenal pengusaha properti.

Tidak diketahui nilai aset-aset Bentjok cukup atau belum guna menutupi kerugian negara dalam Skandal Jiwasraya.

Belum puas atas aset tanah, Direktur  PT. Harvest Time, Andrianto Kasigirlt, Triwira Juniarta Tjandra, Arisandhi Indro Dwi Satrio, Sandra Setiawati, Irdanul Achyar, Esmond Setiadarma dan Alex Setyaaan WK ikut diperiksa.

Mereka diduga pemilik rekening SID: Single Inventor Identification) yang diduga terkait Jiwasraya. Mereka keberatan atas blokir terhadap rekening saham atau efek milik pribadi dan atau korporasi.

Menurut Hari, keberatan mereka ditolak, sebab kuat dugaan ada keterkaitan dengan tindak pidana tersangka atas nama Bentjok, Heru Hidayat dan Joko Hartono Tirto.

CALON TERSANGKA?

Bersamaan pemeriksaan Direktur PT. Harvest Time, Kejagung juga memeriksa Alex Widi Kristiono (Direktur PT. Indo Premier Securities) dan Agus Kurniawan (Direktur PT. Erdikha Elit Sekuritas).

Belum diketahui pemeriksaan terkait pemberkasan 9 tersangka Asabri dan atau pengembangan ke arah korporasi, untuk ditersangkakan seperti 13 korporasi dalam Skandal Jiwasraya.

“Mereka diperiksa sebagai saksi, ” ucap Leonard.

Selain itu, pada Senin (22/2) turut diperiksa Direktur PT. Ciptadana Sekuritas John Herry Teja, yang kesekian kali diperiksa, di Gedung Bundar.

Lalu, BS selaku Direktur PT. Danareksa Sekuritas, DRT (Presiden Director PT. Maybank Asset Management 2015 – 2019 dan Advisor 2020 – sekarang dan Direktur PT. Blessindo Terang Jaya (?).

Sementara, Kamis (18/2) diperiksa M. Ali M. Yusuf (Dirut) PT. Anugerah Securindo Indah) dan Ahmad Subagja (Dirut PT.  Bumiputera Sekuritas).

Lalu, Direktur PT Bahana Sekuritas Susilo Zulfachmi, Direktur Batavia Prosperindo Sekuritas Latif Wiyono, Institusional Relationship Officer PT Maybank Asset Management periode 2015-2020 Ericka Frestiya Quenda, Head Dealer PT Maybank Asset Management Triwira Juniarta Tjandra dan KK.

Selasa (19/2), Mendi Alvinda (Direktur PT. Pool Advista Asset Management) dan Wisnuaji Wibowo (Direktur Keuangan PT. Asia Raya Kapital).

Senin (15/2), adalah Ferro Budhimeilano ( Direktur PT Pool Advista Asset Management) dan Ferra (Dirut PT. Ourora Asset Management).

“Jika ditanya apa mungkin korporasi ditersangkakan? Tentu jawabannya mungkin,  bila melihat kasus Jiwasraya. Tentu, Kejagung yang tahu persis, ” tukas Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman, di Jakarta, Selasa (23/2). ( ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *