Diperiksa Maraton Skandal Asabri, Status Tan Kian Masih Sebagai Saksi

HEADLINE HUKRIM

Bakal Ada Tersangka Baru ?

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Untuk kesekian kali, Tan Kian selaku KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kunjngan Properti diperiksa dalam Skandal Asabri.

Namun, sampai usai pemeriksaan mantan Tersangka Asabri Jilid I, tetapi kemudian dihentikan penyidikan oleh Jampidsus Alm. Marwan Effendy, 2009
belum berubah statusnya sebagai saksi.

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak beralasan pemeriksaan masih dalam kerangka mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti.

“Semua dimaksudkan guna membuat terang perkara tindak pidana korupsi yang terjadi, ” katanya, di Jakarta, Selasa (23/2) malam.

Pemeriksaan terhadap Tan Kian, dari informasi yang diperoleh masih terkait upaya tim penyidik untuk mencari aset milik tersangka Benny Tjokrosaputro alias Bentjok.

“Kita menduga ada aliran dana dari perkara Asabri. Jika dari Jiwasraya sudah ditindaklanjuti dengan sita 41 unit kamar di Apartemen South Hills, Mega Kuningan, ” ujar sumber tersebut.

Walau demikian, dugaan aliran dana dasi Asabri masih terus diperdalam agar bisa diketahui. Meski, aliran dana itu diduga disamarkan dalam bentuk lain.

Baik Tan Kian maupun Bentjok, keduanya berstatus pengusaha properti. Bentjok berkiprah melalui PT. Harvest Time yang sejauh ini ratusan hektar lahan sudah disita, baik di Lebak dan Tangerang, Banten dan Bogor, Jabar.

Tan Kian lolos dari Jerat hukum terkait kasus pembobolan AsabrI Jilid I sebesar Rp410 miliar lantaran uangnya di salah satu bank swasta telah disita. Uang sebesar 13 juta AS dianggap sebagai bentuk pengembalian kerugian negara.

Sedangkan, dua tersangka lain Henry Leo dan Dirut Asabri Mayjen TNI Purn. Subarda Midjaja harus berakhir di balik jeruji besi.

Meskipun, sejumlah aset milik Henry dan isterinya Iyul Sulinah disita dan nilainya melebihi Rp410 miliar,  perkara Henry tetap dilimpah ke pengadilan.

“Nyesek, prihatin. Prihatin. Karena sampai saat ini belum ada audit sama sekali terhadap aset yang disita, ” keluhnya , beberapa waktu lalu kepada Jakartanews. Id.

TERSANGKA BARU ?

Selain Tan Kian, Kejaksaan Agung juga memeriksa Harjani Prem Ramchand selaku Komisaris PT. Wimofa International Investime juga Direktur PT. Vivaces Prabu Investama.

Juga, Andhika Anindyaguna (Direktur PT. Sugih Energi. Perusahaan ini sempat dikaitkan dengan kasus Korupsi Dapen Pertamina dan menyeret Dirut Dapen Pertamina dan anak Willem Surjadjaja.

Kemudian, Arisandhi Indrowisatio (Direjtur Mirar Asset Securitas), Adan Adya (Direktur PT. MNC Sekuritas) dan RM Omar Yusuf (Direktur Complience Mandiri Sekuritas).

Dari sebuah sumber disebutkan, semua ini masih dalam rangkaian pencarian aset 8 tersangka, guna pengembalian kerugian negara.

Sekaligus, tidak menutup kemungkinan penetapan tersangka baru dan korporasi ditersangkakan.

“Seperti Jimmy Sutopo, Senin (15/2) dalam kapasitas Direktur PT. Jakarta Emiten Investor Relation ditersangkakan. Atau Joko H. Tirto dalam kasus Jiwasraya, ” dia mencontohkan.

“Semua sangat terbuka. Tim bekerja semata pada fakta hukum. Jadi ikuti saja perkembangannya. Banyak kejutan nantinya, ” akhirinya.

Sebelumnya,  Senin (22/2) diperiksa HS selaku Direktur PT. Harvest Time milik Bentjok.

Bersamanya turut diperiksa Alex Widi Kristiono (Direktur PT. Indo Premier Securities) dan Agus Kurniawan (Direktur PT. Erdikha Elit Sekuritas).

Disamping Jimmy Sutopo, Kejagung telah menetapkan 8 tersangka lain, Senin (1/2). Terdiri, Letjen TNI. Purn Sonny Widjaja, Mayjen TNI. Purn Adam R. Damiri.

Lalu, Taipan Bentjok (Dirut PT. Hanson International Tbk) dan Heru Hidayat (Komut PT. Trada Alam Minera Tbk).

Serta, Kadiv Investasi Asabri (Juli 2012  – Januari 2017( Ilham W. Siregar), Kadiv Keuangan dan Ivestasi Asabri (2012 – Mei 2015) Bachtiar Effendi), Direktur Keuangan dan Investasi Asabri (2013 – 2019) Hari Setiono) dan Dirut PT. Prima Jaringan Lukman Purnomosidi. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *