Kejati Tahan 6 Tersangka Kasus Pembobolan Bank Kalbar 

HEADLINE HUKRIM

Seusai Tahan 5 Tersangka Kasus DPUTR

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat menahan  6 orang tersangka kasus pembobolan Bank Kalbar Cabang Bengkayang sekitar Rp8, 238 miliar.

“Perkara ini pengembangan dari tersangka Sri Rohaeni dan M. Yusuf yang diberkas secara terpisah, ” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kalbar) Masyhudi kepada Jakartanews.id, Selasa (23/2) malam.

Kedua orang tersangka tersebut telah ditahan, Selasa (2/2). Mereka ditahan di Rutan Kelas II Pontianak, Kalbar.

Sementara keenam orang tersangka, terdiri dari PP, SK, JDP, KD, DWK dan A.

Mereka ditahan selama 20 hari dan dapat diperpanjang sesuai kepentingan penyidikan.

Menurut Masyhudi, para tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor Nomor 31/ 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20/2001.

“Mereka diancam pidana kurungan badan seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara, ” tuturnya.

Masyhudi mengingatkan SR dan MY, kini bertambah 6 tersangka baru merupakan
splitsing (perkara yang dipisah) dari perkara sebelumnya yang sudah inkraht (berkekuatan hukum tetap)

Dalam hal ini, atas nama Terpidana Herry. Murdiyanto, M. Rajali dan Selastio Ageng, sesuai putusan Mahkamah Agung, 16 Oktober 2020.

SPK PALSU

Mantan Kajati DI. Yogyakarta ini mengungkapkan modus operandi para tersangka menguras uang Bank Kalbar, dengan cara memalsukan Surat Perintah Kerja (SPK).

Surat SPK dijaminkan guna memperoleh kredit  pengadaan barang/jasa (KPBJ) di Bank Kalbar Bengkayang seolah-olah mendapatkan pekerjaan pembangunan.

“Karena nilai kontraknya dibawah Rp 200.000.000, maka mekanismenya adalah PL (Penjualan Langsung). ”

Belakangan, terungkap proyek dalam SPK, berupa  proyek dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (KPDTT). No. 0689/ 060. 01.2.01/29/2018 TA 2018 adalah PALSU.

PROYEK DPUTR

Sebelumnya, Senin (15/2) Kejati Kalbar telah menahan 5 orang tersangka kasus

peningkatan Jalan Simpang Dua Perawas pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Ketapang, tahun anggaran 2017.

Serta, proyek peningkatan Jalan Balai Bekuak-Mereban (Soil Cement-HRS) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Ketapang, 2017.

Para tersangka tersebut, diantaranya adalah Mulyadi, Edy Santoso, Hendy Maliki. Kapasitas mereka, adalaH Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *