Tim Pemburu Aset Asabri Segel 36 Lukisan Berlapis Emas Milik Jimmy Sutopo

HEADLINE HUKRIM

Status Tan Kian Bakal Berubah ? 

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Layaknya Kolektor barang-barang langka dan bernilai tinggi, Kejaksaan Agung kembali berburu dan mengantongi 36 enam buah lukisan diduga berlapis emas milik tersangka Jimmy Sutopo.

Jimmy Sutupo ditetapkan tersangka, Senin (15/2) dalam kapasitas Direktur PT. Jakarta Emiten Investor Relation. Ia salah satu dari 9 tersangka Skandal Asabri.

Dugaan kerugian negara adalah Rp23, 7 triliun. Dugaan korupsi ini adalah terbesar sepanjang sejarah berdirinya Republik di sektor Keuangan dan Investasi.

Temuan bernilai tinggi ini hasil buruan Tim Penyidik Skandal Asabri, di Apartemen Raffles Residence, Lt.36 D,  Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/3).

Sebelumnya, Tim Pelacak Aset sudah mengantongi sedan super mewah Rolls Royce Phantom Coupe dan puluhan jam tangan mewah buatan tangan artis Perancis, Itaia, Inggeris dan Amerika.

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan 36  lukisan berlapis emas terseburlt diduga hasil kejahatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Predicate Crime ( kejahatan awal) tindak pidana korupsi Asabri, dengan tersangka JS, ” sebutnya, di Jakarta, Kamis (4/3) petang.

Atas temuan tersebut, menurut Leonard
terhadap apartemen dan barang berharga didalamnya dilakukan penyegelan.

“Selanjutnya, akan dilakukan penilaian harga lukisan oleh kurator dan kemudian akan diikuti penyitaan,  baik terhadap apartemen maupun lukisan tersebut.”

CHRISTOPHER

Leonard menyampaikan juga kepada pers, tim penyidik telah mengeledah
terhadap Save Deposit Box (SDB) atas nama: CHRISTOPHER PANDU WINATA dengan Nomor SDB : B808.

Save Deposit Box ini berada, di Kantor PT. Bank KEB Hana Indonesia Kantor Cabang Mangkuluhur yang terletak di Jl.Jend. Gatot Subroto Kav.1-3 Jakarta.

Namun, Leonard tidak menyebutkan keterkaitan Christopher dengan tersangka Jimmy atau 8 tersangka lain dan atau dengan Skandal Asabri.

Mentan Wakajati Papua Barat hanya menyebutkan pada hari ini, tim juga menggeledah tempat, di Gandaria 8 Office Tower Lt. 9, di Jalan Sultan Iskandar Muda Nomor 10, Kebayoran Lama Utara,  Jakarta Selatan.

Seterusnya, secara bersamaan dilakukan hal serupa, di  PT. Bumiputera Sekuritas,  sanak perusahaan AJB Bumiputera 1912,  di Wisma Bumiputera Lantai 17, Jalan Jend. Sudirman Kav.75, Jakarta Selatan.

“Terakhir, penggeledahan  di Apartemen Ambassador Residences Lt. 6 H, Jalan Denpasar Raya Kav.5, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan dalam perkara atas nama Tersangka BTS. ”

BTS merujuk kepada Benny Tjokrosaputro (Dirut PT. Hanson International Tbk), tersangka Asabri.

TAN KIAN

Sebelum ini, tim sudah menyita 18 Unit Kamar Apartemen South Hills, Mega Kuningan, Jakarta Selatan terkait Asabri.

Jauh sebelumnya, tim penyidik Skandal Jiwasraya sudah menyita 41 unit kamar South Hills.

Apartemen super deluxe, seperti disampaikan Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah, Kamis (25/2) diduga terkait perkara Asabri.

“Bentjok (panggilan Benny, Red) menyediakan lahan. Tan Kian biayai bangunan apartemen, ” ungkapnya.

Terhadap Tan Kian, masih kata Febrie sedang diteliti,  apakah itu bagian dari penyamaran hasil jarahan Asabri atau murni bisnis.

“Kita sedang teliti, ” ujarnya.

Tan Kian adalah mantan tersangka kasus Asabri Jilid I sebesar Rp410 miliar. Namun, perkaranya dihentikan (SP3), 2009.

Sebaliknya, Henry Leo dan Mantan Dirut PT. Asabri Mayjen TNI Purn. Subarda Midjaja diajukan ke pengadilan dan divonis bersalah.

Selain, apartemen dan barang mewah lain, terhadap Bentjok juga telah disita jutaan meter lahan, tersebar, di Batam, Lebak, Tangerang, Jakarta dan Bogor. (ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *