Rusmin Amin Ajak Masyarakat Kopi Manfaatkan Laboratorium Kadar Air Metrologi Demi Mutu

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Direktur Metrologi Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin, meyakini cita rasa kopi tergantung pengukuran dari setiap proses yang menentukan kualitas kopi.

“Penerapan teknologi pengukuran dalam setiap proses pengolahan kopi akan menjadi kualitas kopi Indonesia agar lebih terukur,” ujarnya usai talkshow bersama master trainer budidaya kopi Scopi, Faqih Asikin, & Abdul Rohim, pemilik Rumah Kopi Nusantara, di Bandung, Kamis (18/3).

Konsep Verificoffee, sambung Direktur Rusmin Amin, memperlihatkan bahwa pengukuran berada dibalik setiap proses dalam pengolahan kopi dan merupakan faktor dasar yang bisa mempengaruhi mutu kopi. Mulai dari biji kopi hingga cita rasa kopi saat disajikan.

“Kami memiliki Laboratorium Meter Kadar Air, yang terintegrasi dengan Cafe sebagai Learning Center, dan siap dikerjasamakan bersama para pengolah kopi, mulai hulu (pertanian) hingga hilir (penjualan) demi kualitas kopi nasional,” urai Rusmin.

Direktorat Metrologi di Jalan Pasteur 27 Bandung, katanya, juga telah menyiapkan peralatan standar uji untuk dimanfaatkan bagi pelaku industri yang sekedar ingin menguji akurasi peralatan digunakan dalam pengolahan kopi seperti termometer, meter kadar air, timbangan, dan lain-lain atau bahkan ingin menguji tingkat kadar air dari bijih kopi yang dimiliki.

Menanggapi ini Dirjen PKTN Kemendag, Veri Anggrijono, mendorong pelaku usaha & masyarakat memaksimalkan fungsi metrologi sebagai kearifan Indonesia.
“Kesadaran akan pentingnya akurasi alat ukur diyakini mampu membentuk karakter jujur, yang berujung kemakmuran bangsa dan negara,” ujar Dirjen Veri.

Inovasi Ukuran

Master kopi Faqih Asikin mengapresiasi inovasi Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kemendag dalam pengolahan kopi, di hulu hingga hilir. “Kopi tidak sekedar ditanam tetapi ada kecocokkan, perlu pengukuran dan metodologi yang harus diterapkan, apalagi sektor penjualan,” ujarnya.

Diakuinya, parameter seperti suhu, kadar air, kelembaban, tekanan, & waktu, adalah faktor yang selama ini masih diukur berdasar intuisi para pelaku yang terlibat dalam industri pengolah kopi di hulu hingga hilir.

Hal senada diungkap Abdul Rohim. Pemilik rumah kopi Nusantara itu optimis Indonesia mampu menghasilkan specialty coffee terbaik di dunia dengan memanfaatkan teknologi & pengukuran yang dibuat standar untuk pengembangan Kopi Indonesia.
“Bagi kami, kopi Indonesia yang beragam jenis itu harus enak. Namun perlu upaya keras diolah sedemikian rupa agar kopi Indonesia punya cita rasa tinggi yang konsisten,” ujar user di sektor hilir perkopian itu. (royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *