Ditangkap Karena Kritik Gibran, Kapolresta Surakarta Digugat 

HEADLINE HUKRIM

Sentil “Pengetahuan” Bola Gibran

JAKARTANEWS.ID- JAKARTA: Arkham Mukmin ditangkap karena kritik Walikota Solo. Warga Solo gugat Kapolresta Surakarta ke Pengadilan Negeri (PN)  Surakarta. 

Gugatan dalam bentuk Praperadilan (Prapid) diwakili oleh Yayasan Mega Bintang Solo Indonesia (YMBSI) 1997 dan Lembaga Bantuan Hukum Mega Solo Indonesia 1997.

Pendaftaran gugatan dilakukan di PN. Surakarta,  Solo oleh Boyamin Saiman selaku Ketua YMBSI, Prijatno (Direktur LBH YMBSI)  dan sederet pengacara, Senin (22/3).

“Kita sudah daftarkan gugatan di PN. Surakarta,” kata Boyamin Saiman selaku Pemohon Prapid kepada Jakartanews. Id, Selasa (22/3).

Arkham, warga Slawi ditangkap setelah memposting di Instagram melalui akun @garudarevolution tentang Gibran Rakabuming Raka, yang minta Semi Final dan Final Piala Menpora digelar,  di Solo.

“Tau apa dia tentang sepak bola, taunya dikasih jabatan saja,” demikian tulis AM di akun pribadinya @arkham_87 pada Sabtu (13/3) pukul 18.00 WIB.

Alasan penangkapan atau penjemputan Tim Virtual Police Polresta Surakarta,  karena komentar Arkham,  mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Yogyakarta diduga bermuatan Hoaks.

Polresta Surakarta baru melepaskan Arkham,  setelah menghapus komentarnya di Instagram dan meminta maaf  melalui akun resmi Instagram Polresta Surakarta, @PolrestaSurakarta.

Kapolresta Kota Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan Arkham ditangkap hanya untuk meminta klarifikasi dan pendekatan Restorative Justice digunakan.

SE KAPOLRI

Menurut Boyamin, sebagai mahasiswa sudah seharusnya memberikan kritik yang membangun dan tidak semestinya tidak disikapi,  dengan penjemputan atau pengamanan atau penangkapan.

“Kritik tersebut dimaknai ditujukan kepada Gibran  secara pribadi dan senyatanya Gibran tidak melaporkan pencemaran nama baik sesuai UU ITE dan KUHP kepada Polresta Surakarta.”

Boyamin menilai  tindakan Polres Surakarta  bertentangan dengan Surat Edaran Kapolri No: SE/2/11/2021 soal Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif.

Selain itu alasan Prapid,  kata Boyamin hingga permohonan diajukan tidak ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ( SPDP ) dari Polres Sudakarta (selaku Termohon) yang ditujukan kepada Kejaksaan Negeri Surakarta.

Juga,  belum adanya  ijin penyitaan dan penggeledahan dari PN. Surakarta atas perkara perkara tindak pidana yang terkait dengan Arkham Mukmin.

“Tidak ada satu pun dokumen dari Termohon  yang menyatakan  korban adalah tersangka suatu tindak pidana dan oleh karenanya harus dilakukan penangkapan ,” tuturnya.

Terkait,  statement Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan yang mengatakan Arkham tidak ditangkap oleh polisi.

Dikatakan,  AM datang sendiri ke kantor polisi untuk menyampaikan permohonan maaf, Rabu (17/3/2021).

“Faktanya, hingga kini Termohon belum pernah menyatakan Arkham datang dengan sukarela. Sehingga haruslah dimaknai Termohon telah melakukan upaya penjemputan atau pengamanan atau penangkapan secara tidak sah. ”

REHABILITIR

Atas alasan tersebut,  Boyamin minta Hakim PN. Surakarta mengabulkan permohonan  untuk seluruhnya.

“Menyatakan secara hukum Termohon  telah melakukan penangkapan secara tidak sah terhadap Arkham Mukmin. ”

“Lalu,  memerintahkan Termohon untuk merehabilitasi nama baik terhadap Arkham Mukmin, ” pinta Boyamin. (ahi)

Teks Photo: Ketua Yayasan Mega Bintang Solo Indonesia Boyamin Saiman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *