Indonesia – Filipina Perkuat Kerjasama Ekonomi Atasi Kontraksi Akibat Corona

EKBIS HEADLINE

Dua Kekuatan Ekonomi Asean

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Indonesia dan Filipina harus meningkatkan kerjasama bilateral,  dalam mengatasi kontraksi ekonomi akibat Pandemi Covid -19.

Hal tersebut disampaikan Menkumham Yasonna H. Laoly dalam forum diskusi Phillipine Economic Outlook 2021 online ,  Kamis (25/03).

“Dua negara memiliki kekuatan ekonomi besar di Asean. Pandemi Covid-19 membuat membuat ekonomi dua negara  mengalami kontraksi. Untuk mengatasinya, perkuat kerjasama bilateral, khususnya di bidang ekonomi, ”

Menurut Yasonna, kerjasama ekonomi Indonesia dan Filipina, dua bulan pertama tahun ini sangat menjanjikan.

Dia menyebutkan neraca perdagangan antara Indonesia dan Filipina terus naik selama bulan Februari 2021.

Ekspor meningkat sebesar  8,6 persen  dan impor 14, 9 persen dibanding tahun sebelumnya.

MENJANJIKAN

Berdasarkan statistik,  Yasonna optimis Indonesia dan Filipina akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat menjanjikan di tahun 2021.

Optimisme kerjasama ekonomi bilateral semakin tinggi karena kini Indonesia telah memiliki UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Dengan UU ini, investasi dari luar negeri dapat lebih mudah masuk sehingga tercipta lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Filipina sudah terjalin lebih dari 70 tahun.

Terakhir, Agustus 2020 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama pihak dari Filipina  menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) mengenai pertukaran informasi seputar investasi.

Dalam hal ini,  terkait  kebijakan, peraturan dan prosedur perizinan penanaman modal, serta peluang potensial penanaman modal.

Kerjasama ini juga bertujuan mempromosikan dan memfasilitasi investasi asing dari Filipina ke Indonesia dan sebaliknya. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *