Kemkominfo dan Kemendikbud Ajak Masyarakat untuk Bijak Gunakan Media Sosial

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA : Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan Siberkreasi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Webinar Digital Skills berjudul ‘Menjadi Pengguna Media Sosial Yang Bijak, Kreatif & Inovatif’. Kegiatan ini bertujuan  mengedukasi masyarakat, terutama anak didik  agar bijak dalam menggunakan media sosial.

Webinar ditayangkan secara langsung  melalui aplikasi Zoom dan Kanal YouTube Siberkreasi, Kemkominfo TV, Direktorat Sekolah Dasar, dan Pendidikan.id. Acara dibuka oleh

Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pengerapan. “Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, literasi digital merupakan kunci dan pondasi utama yang harus kita semua miliki. Pemerintah akan terus melakukan upaya meningkatkan literasi digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan,” ujarnya, Jumat (26/3).

Acara  ini menghadirkan narasumber yaitu Dr. Hurip Danu Ismadi (Widyaprada Ahli Utama, Kemendikbud), Henry Eko Hapsanto (Fungsional PJB Ahli Muda, Kemendikbud), Enda Nasution (Koordinator Gerakan #BijakBersosmed), dan Zata Ligouw (Digital Content Creator).

“Penggunaan media sosial harus disikapi dengan bijaksana, kreatif, dan inovatif. Hindari berita bohong yang menyesatkan, ujaran kebencian, dan lain sebagainya yang berisiko melanggar hukum,” kata Hurip.

Menurutnya  ada tiga hal yang harus diperhatikan.  “Pertama karakter yang kuat, kedua, kompetensi anak dan yang ketiga adalah pengembangan literasi agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hurip.

Henry Eko Hapsanto menambahkan bahwa saat ini sedang mengalami perubahan dari era pembelajaran satu arah menjadi dua arah. “Kemendikbud mengantisipasi tidak hanya dari media sosial, tapi juga secara umum. Kemendikbud telah mengembangkan atau merangkum yang biasa kita sebut dengan Profil Pelajar Pancasila,” ungkap Henry.

Enda Nasution menimpali bahwa salah satu kunci untuk bijak dalam bermedia sosial adalah dari segi pendidikan. “Pengguna internet di Indonesia jumlahnya hampir  200 juta orang yang  terdiri dari berbagai macam perilaku, latar belakang, dan lokasi, sehingga sangat mungkin terjadi konflik horizontal. Untuk itu butuh pengetahuan tentang etika bernavigasi di dunia maya  agar tidak menimbulkan masalah terutama dari sisi pendidikan,” kata Enda.

Zata Ligouw selaku Digital Content Creator menegaskan bahwa peran orang tua sangatlah penting dalam mengajarkan etika bermedia sosial pada anak. “Saat anak memiliki akun media sosial, harus dilihat dari kesiapannya, lalu sesuaikan dengan value keluarga. Anak tetap dimonitor namun diberi ruang,” jelas Zata. (joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *