Tiada Habisnya Aset Kadiv Investasi Asabri, Empat Mobil Mewah Disita Lagi

HEADLINE HUKRIM

Sebelumnya 5 Mobil Mewah Disita

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Lagi. Kejaksaan Agung geruduk aset tersangka Asabri Ilham W. Siregar dan didapatkan 4 mobil mewah. 

Sehari sebelumnya, Tim Penyidik sita 5 mobil mewah,  termasuk 3 Jip Range Rover buatan Inggeris yang terbilang mahal dan hanya bisa dimiliki penyanyi sekelas Elton Jhon.

Sedangkan, Ilham W. Siregar hanya menjabat Kadiv Investasi PT. ASABRi (Persero) bukan Dirut,  periode Juli 2012 – Januari 2017.

Sementara aset mantan Pejabat Asabri lain yang menjadi tersangka atas nama Hari Setianto dan Bachtiar Effendi sampai kini, belum diketahui.

Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kapuspenkum mengatakan kelima mobil yang disita terdiri berbagai jenis.

Diantaranya, 1 unit mobil Toyota Vellfire warna putih No. Polisi B 119 ASR, 1 unit mobil Honda HRV warna hitam No. Polisi B 209 EAN.

Kemudian, 1 unit mobil Mitshubhisi Outlander warna hitam No. Polisi B 723 RIF dan 1 unit mobil Toyota Innova Venturer warna putih No. Polisi 2984 PFE.

“Terhadap aset-aset itu akan ditaksir atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya, ” katanya,  Jumat (26/3).

ANAK DAN ISTERI

Penyitaaan dilakukan setekah memeriksa isteri,  anak dan kerabat tersangka,  10 dan 19 Maret 2021.

Tetapi, tifak disebutkan kepemilikan kendaraan atas nama tersangka atau istri,  anak dan kerabat.

“Seperti perdagangan reksadana dan saham oleh tersangka Heru Hidayat,  Benny Tjokrosaputro dan Jimmy Sutopo umum dilakukan atas nama orang lain (nominee),” ungkap sebuah sumber,  di Kejaksaan Agung secara terpisah.

Praktik ini mengingatkan kasus Eddy Tanzil, Sang Pembobol Bank Bapindo sebesar Rp1, 3 triliun, 1993. Dia pakai sejumlah mantan petinggi sebagai Dirut di anak perusahaan sekadar kamuflase.  Sesungguhnya,  Eddy lah yang menjalankan roda bisnisnya.

Sejauh ini, belum ada seorang pun,  baik oleh Kejaksaan Agung, KPK dan Polri menjadikan mereka sebagai tersangka agar tidak timbul korban baru.

“Serba dilemma, tapi tidak salah juga diungkap agar publik tahu, ” ujar sumber tersebut. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *