Koba Group Jepang Digandeng BP2MI Naikkan Devisa Negara

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Badan Perlindungan Pekerja Indonesia menggandeng Koba Group asal Jepang untuk menyalurkan pekerja migran Indonesia. Menyusul keterpurukan ekonomi nasional ditandai utang Pemerintah per Januari 2021 tembus Rp 6.233,14 trilyun plus 9,8 juta pengangguran & 27,55 juta penduduk miskin hingga September 2020.

“Alhamdulillah, sudah ada beberapa daerah yang sudah atau siap menandatangani kerjasama untuk ikut program Diklat kami mulai fasih berbahasa Jepang hingga budaya & tata krama masyarakat Jepang,” ujar Ardi Asrianto SPd, manajer Administrasi & Personalia PT Takumi Koba Indonesia, sepulang sosialiasi program kerjanya di Lampung, Sabtu (27/3).

Dijelaskannya, PT TKI sebagai kepanjangan tangan Vital Corporation Limited dari Jepang telah menandatangani kesepahaman (MoU) dengan BP2MI pimpinan Benny Rhamdani lantaran tenaga kerja Indonesia bekerja profesional & sopan. Pesaing Indonesia adalah Vietnam, Nepal, India, Philipina & Cina.

“Kami butuh 325.000 pekerja dari 14 sektor terbanyak kebutuhan 60.000 perawat lanjut usia tercatat kisaran 35% dari total 126,5 juta penduduk pada 2018,” ujar Ardi usai mendampingi Dirut TKI, Lisa Heriyati dan Dirut Koba Group, Tomonori Kobayashi.

Lampung tercatat lima besar penempatan pekerja migran tertinggi di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Koba Group sebagai fasilitator PMI & telah menandatangani MoU dengan Sangihe & Talaud.

Penghasil Devisa

Sementara BP2MI pimpinan Benny Rhamdani menyatakan perang melawan sindikat human trafficking dengan tagline #sikatsindikat. Alasannya, PMI itu penghasil devisa negara dengan nilai remitansi/kiriman devisa 2.262 juta dolar AS setara Rp 3 3,4 trilyun (kurs Rp 14.744) sepanjang kwartal II-2020 atau turun 13% dari kwartal I-2020, seperti dicatat Bank Indonesia. “Kami pasti sikat sindikat pengkhianat bangsa, yang mengecewakan PMI,” ujar Benny.

BP2MI mencatat ke-82.101 PMI repatriasi bagian dari total 3.742.440 PMI yang terdaftar dalam Siskop2mi penyumbang remitansi (devisa negara) senilai Rp 159,6 trilyun sepanjang 2019 atau setara sumbangan sektor migas Rp 159,7 trilyun atau 42,2% dari target APBN 2019.

Sementara laman resmi APBN KiTa Kementerian Keuangan, Jumat (26/2/2021), terbaru atau per akhir Januari 2021, utang pemerintah sudah menembus Rp 6.233,14 triliun. Atau, naik signifikan dibanding posisi utang pemerintah akhir Desember 2020 yang Rp 6.074,56 triliun. Kemenaker mencatat 9,8 juta pengangguran & 27,55 juta penduduk miskin hingga September 2020. (royke)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *