Benny BP2MI Ingatkan Ego Sektoral Rusak Habisi Jualan Orang

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, mengisyaratkan perlunya menghilangkan ego sektoral instansi pemerintah dalam memberantas praktik jualan orang (human trafficking). Menyusul terungkapnya banyak calon pekerja migran ilegal.

“Lolosnya PMI ilegal dikarenakan adanya aturan yang tidak diterapkan secara ketat. Padahal mereka melewati pemeriksaan keimigrasian di Bandara, yang superketat,” ujar orang nomor satu Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia itu saat konperensi pers terkait penggagalan pemberangkatan PMI ilegal di kantornya.

Dicontohkannya, PMI ilegal kebanyakan diberangkatkan memakai bisa kunjungan dengan ketentuan tiket pesawat pulang balik termasuk ada penjamin di negara tujuan.

“Padahal para pekerja ilegal itu kedapatan hanya punya tiket pergi,” ulas Benny, politikus Partai Hanura itu, Minggu (28/3).

40 calon PMI

Sedikitnya 40 calon tenaga kerja Indonesia ke Taiwan, Abu Dhabi dan Dubai, diamankan BP2MI Jawa Barat. Mereka berasal dari Jawa (Barat, Tengah, Timur), Bengkulu, Lampung, NTB, dan Jakarta Selatan.
“Padahal Taiwan & Timur Tengah masih belum dibuka sejak 2015, sesuai Permenaker,” ujar Benny.

“Juga, konfirmasi dari Teto, Taiwan, tidak pernah mengirimkan petugasnya untuk rekrutmen.”
Sebanyak 33 PMI di antaranya rencana dikirim ke Taiwan hasil rekrutmen Lembaga Diklat ATB Bandung milik Sdri Ren, yang menurutnya ditumpang kirimkan melalui PT Bumja.

“Kami crosscheck manajemen Bumja menyatakan tidak terkait dengan LPK milik Ren,” urai kepala BP2MI pusat. (royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *