Janji Bisa Tangguhkan Penahanan, 2 Oknum Dilaporkan ke Polda Metro 

HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA:  Kasus sengketa pembangunan infrasruktur milik swasta di Surabaya memunculkan masalah hukum yang lain. Buntut dari masalah tersebut menyeret dua oknum yang dilaporkan oleh pihak korban penipuan ke Polda Metro Jaya. 

Advokat Jaka Maulana, SH dari LQ Indonesia Lawfirm membenarkan pihaknya mendapat kuasa dari korban penipuan berinial SK (52 tahun) untuk melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan Penipuan pasal 378 KUH Pidana.

Laporan Polisi (LP) No 1671/III/ YAN 2.5 /2021 / SPKT PMJ Tanggal 26 Maret 2021, mendudukkan CA dan NR sebagai Terlapor.

Advokat Jaka Maulana, SH mengimbau agar aparat pengawas seperti KPK, Jamwas dan Bawas MA serta Komisi Yudisial mau mengawasi jalannya kasus CH yang bergulir di PN Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Patut diduga  sarat permainan oknum aparat penegak hukum.  Jaka menyatakan  bahwa LQ Indonesia Lawfirm punya bukti berupa foto, video, screen Shoot percakapan WA, rekaman suara dan saksi saksi yang mengetahui langsung kejadian untuk pembuktian di kepolisian.

“Kita buktikan saja nanti dalam proses hukum, tentunya kami tidak akan berani melaporkan seorang pejabat hukum tanpa bukti dan saksi valid,”  tutur Jaka Maulana di Jakarta, Minggu (28/3).

Laporan Polisi, berawal dari CH anak kandung SK yang ditahan di Polda Jatim karena masalah sengketa infrastruktur. Lalu SK bertemu dengan orang yang mengaku berprofesi sebagai pengacara berinisial NR yang berjanji bisa menghubungkan pejabat kejaksaan yang mampu menangguhkan penahanan anaknya. Berdasar pengakuan SK, setelah dia menyerahkan uang Rp 500 juta ternyata anaknya yang tengah bersengketa dengan lawannya anak perusahaan kopi tetap ditahan.

Menyadari telah menjadi korban penipuan maka SK memberikan kuasa ke LQ Indonesia Lawfirm untuk mengadukan kejadian ini ke kepolisian. Dalam laporan tersebut disebutkan sebagai terlapor adalah oknum pengacara berinisial NR dan oknum jaksa berinisial CA. Sejauh mana keterlibatan dua terlapor ini masih didalami polisi. (joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *