Keturunan Jawa di Sri Lanka Ingin Sambung Ikatan Bahasa dan Budaya dengan Indonesia

HEADLINE INTERNASIONAL

KINNIYA, SRI LANKA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Colombo menemui masyarakat keturunan Jawa di Kinniya, Sri Lanka.

“Saudara kita di Sri Lanka berharap dapat menyambung ikatan batin dengan para leluhur dengan belajar Bahasa Indonesia serta Budaya Indonesia,” kata Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka, I Gusti Ngurah Ardiyasa saat memenuhi undangan masyarakat keturunan Jawa untuk berdialog di Masjid Jawa Jummah, Kinniya, Selasa (30/3/2021).

Menurut MSM Niyas, seorang tokoh keturunan Jawa yang juga menjabat Registrar of the Trincomalee High Court, masyarakat keturunan Jawa di Kinniya berjumlah 40.000 orang dari populasi penduduk Kinniya sebesar 100.000 orang.

Orang-orang Jawa datang ke Kinniya pada abad 16 pada masa penjajahan Belanda, hingga kini masyarakatnya masih menggunakan tradisi dan budaya Jawa yang diwariskan, termasuk kesamaan penggunaan bumbu-bumbu masakan, panggilan “Kaakkaa” untuk Kakek dan “Nena” untuk Nenek serta bahasa-bahasa keseharian masyarakat Kinniya lainnya.
Dubes Ardiyasa menyambut baik keinginan masyarakat keturunan Jawa di Kinniya menyambung ikatan batin dengan para leluhur dan menyatakan kesediaan mengkomunikasikan hal tersebut kepada instansi terkait di Indonesia.
“Tersambungnya ikatan batin berarti peningkatan aktifitas people-to-people yang sangat bermanfaat bagi peningkatan citra Indonesia di dunia internasional,” ujar Dubes Ardiyasa.

Kinniya merupakan kota yang terletak di pinggir pantai sebelah timur Trincomalle yang termasuk Provinsi bagian Timur Sri Lanka.Kota tersebut berjarak 240 km dari Colombo. Pada masa lalu, masyarakat keturunan Jawa di Kinniya pada umumnya berniaga mutiara dan gading. (Kemenlu/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *