Masyarakat Sangihe Disiapkan Jadi Pahlawan Devisa ke Jepang

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Masyarakat Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, tergiur tawaran pekerjaan di Jepang. Menyusul kesepakatan kerjasama Bupati Jabes Ezar Gaghana dengan penyelenggara Diklat Jayadi Global Personal Indonesia, yang difasilitasi BP2MI.

“Sudah saatnya pekerja migran (PMI) dihargai sebagai pahlawan devisa, dan masyarakat Kepulauan Sangihe segera menjadi pahlawan-pahlawan devisa bagi negara sekaligus mensejahterakan keluarga dan daerahnya,” ujar Benny Rhamdani, kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, kepada wartawan, Selasa (30/3).
Sebelumnya, Benny menyebut tawaran kerja di Jepang sebagai peluang bagi Indonesia untuk membangkitkan kembali perekonomian nasional yang defisit dengan utang pemerintah lebih Rp 6.233 trilyun kepada asing per akhir Januari 2021 seperti dilansir laman resmi APBN KiTa Kementerian Keuangan, Jumat (26/2).

“Sumbangan devisa dari para Pekerja Migran sebanyak 159,6 trilliun per tahun 2019 untuk negara, atau urutan kedua terbesar setelah sektor migas, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan jaminan dan layanan yang maksimal dari pemerintah,” urainya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi atau kiriman devisa dari pekerja migran Indonesia yang mengadu nasib di luar negeri sepanjang kuartal II-2020 mencapai US$ 2.262 juta atau setara Rp 33,4 triliun (kurs Rp 14.744). Nilai tersebut turun 13% dibandingkan kuartal I-2020, seperti dicatat awal September 2020.

Pengangguran

Hal senada diungkap Bupati Jabes Gaghana. Katanya, peluang kerja ke Jepang menjadi target mengurangi pengangguran wilayahnya. “Ini peluang yang sangat baik bagi Pemkab Kepulauan Sangihe dalam memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi kesejahteraan masyarakat semasa pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” ulasnya.

Catatan BP2MI Sulawesi Utara menyebut ada 90 ribuan pengangguran wilayahnya, dan terhitung sangat tinggi. “Untuk itu peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker menjadi peluang yang sangat baik untuk dimanfaatkan,” kata Hendra.Makalalag, kepala BP2MI Sulut kepada media.

Menanggapi ini, Angie Triyani selaku Operational Executive Director PT Jayadi Global Personal Indonesia sekaligus Kepala Sekolah Jayadi Global Education Center, mengapresiasi kerjasama memberikan ketrampilan berbahasa Jepang & kompetensi pekerjaan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan BP2MI dalam memberi efek positif bagi Pekerja Migran Indonesia untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak di Jepang. Kami juga berterima kasih karena dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sangihe,” tutup Angie.(royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *