Hinca Panjaitan Minta LPSK Segera Datangi Saksi dan Korban Teror Gereja Makassar

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) segera mendatangi para saksi dan korban dari serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada hari Minggu (28/03/2021) sekitar pukul 10.30 WITA.

‘’Berikanlah jaminan dan perawatan kepada mereka sebagaimana yang diatur dalam undang-undang,” kata Hinca kepada para wartawan, Rabu (31/3/2021).

Menurut Hinca, fokus pada korban juga penting, selain pencarian dan pengusutan pelaku beserta jaringannya.

‘’Bahwa polisi usut tuntas dan membongkar jaringan teroris pelaku bom bunuh diri ini, itu mendesak. Tapi perhatian terhadap korban, baik proses penyembuhan fisik mereka yang terkena maupun pemulihan psikologis, itu juga harus dijalankan segera. Bersamaan,’’ imbuh Hinca.

Tentu saja, lanjut Hinca, semua korban serangan bom bunuh diri harus mendapatkan perawatan yang terjamin dan terbaik.

‘’Para korban harus dijamin pengobatan maka sebaiknya mereka ditempatkan di Rumah Sakit Bhayangkara atau rumah sakit milik Polri,” saran Hinca.

Beruntung, sambung Hinca Panjaitan, petugas keamanan di sana menghadang pengebom yang sempat berusaha mencoba membawa bom masuk ke dalam katedral hingga akhirnya diledakkan di depan gereja.

Selain itu, Hinca menyatakan kekagumannya pada petugas keamanan yang berhasil mengantisipasi pelaku bom bunuh masuk ke dalam gereja, sebab jika petugas ini tidak curiga dan mencegah, bisa dibayangkan kerusakan dan korban yang ditimbulkan dari aksi tidak terpuji itu.

‘’Saya respek dan hormat kepada sekuriti gereja, karena beliaulah pelaku tidak sempat masuk ke dalam gereja pada saat itu. Beliau pantas mendapatkan penghargaan,” tutur Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat ini.

Hinca mengungkapkan, petugas keamanan yang mencegah pelaku masuk ke dalam gereja termasuk di antara korban luka, selain dan jemaat gereja lainnya.

“Umumnya mereka mendapatkan uka mulai dari perut, kepala, di bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki,” jelas Hinca.

Di atas semuanya, Hinca mengutuk keras pemboman yang melukai 14 orang itu. Atas nama apapun, tindakan terorisme tidak bisa dibenarkan.

“Kita kutuk keras serangan teroris di depan Gereja Katedral Makassar tadi. Mari kita doakan Makassar, kita doakan Indonesia agar tidak ada lagi peristiwa-peristiwa seperti ini. Kita tetap jaga persatuan, kebersamaan dan toleransi,’’ pungkas Hinca Panjaitan. (Daniel)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *