Kejagung Periksa Anak, Isteri Tersangka Dan Nominee

HEADLINE HUKRIM

Telusur dan Klarifikasi Aset Asabri

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kejaksaan Agung memeriksa isteri tersangka Sonny Widjaja, inisial SH terkait Skandal Asabri,  yang merugikan negara sebesar Rp23, 7 triliun. 

“Benar, isteri tersangka SW,  inisial SH diperiksa di Gedung Bundar, ” kata Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, di Jakarta, Rabu (31/1).

Namun, dalam keterangannya tidak disebutkan pemeriksaan terkait penyitaan 17 bus, belum lama ini atau ada temuan baru aset dan perlu dikonfirmasi.

Secara terpisah, tim penyidik juga memeriksa LL selaku pihak swasta terkait tersangka SW.

Sebelum ini, Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman melaporkan pihak swasta yang diduga bekerjasama atau menyamarkan hasil dugaan tindak pidana korupsi.

Apakah pemeriksaan LL terkait laporan Boyamin,  hingga kini belum diketahui.

Satu hal pasti, Kejagung terus berburu dan mengklarifikasi aset yang belum dan sudah diperoleh,  guna pergantian kerugian keuangan negara.

“Sudah menjadi praktik umum, hasil jarahan dari berbagai tindak pidana korupsi, baik penyalahgunaan jabatan atau kewenangan disamarkan kepada pihak ketiga, ” tutur Boyamin Saiman terpisah.

Penyamaran hasil kejahatan, bisa dilakukan dengan mengalihkan aset atas nama istri,  anak, menantu, besan sampai teman.

Ingat kasus Mantan Sekretaris MA yang melibatkan menantu. Juga Mantan Dirut Bank BTN Maryono melibatkan menantu guna menampung suap dari pemberian kredit.

NOMINEE

Pada bagian lain, Kejagung juga memeriksa anak tersangka Ilham S. Siregar berinisial MRI serta SP selaku pihak swasta untuk tersangka Adam Rachmat Damiri.

“Semua diperiksa dalam status saksi,” tegas Leonard Eben E. Simanjuntak.

Pemeriksaan guna mencari fakta hukum untuk mengumpulkan alat bukti.

Sebelum ini, 9 mobil milik tersangka Ilham (Mantan Kadiv Investasi PT. ASABRI) disita.  Tiga diantaranya,  mobil mewah Jip Range Rover beharga miliaran rupiah.

Sebaliknya, Adam R. Damiri dan Sonny Widjaja adalah Mantan Dirut PT. ASABRI.  Untuk Adam,  sejauh ini belum ada aset yang disita.

Praktik lain dalam investasi saham,  demgan cara menggunakan pihak lain,  baik dan badan usaha sebagai kamuflase sekaligus penghindaran atau pengurangan pajak.

Oleh sebab itu, sampai Selasa (30/3) banyak Nominee yang diperiksa, tapi belum dijadikan tersangka.

Seperti,  S,  SH dan CCW selaku Nominee tersangka Jimmy Sutopo,  yang beberapa waktu lalu,  mobil super mewah Rolls Royce dan lukisan berlapis emas disita. Jimmy adalah Dirut PT. Jakarta Emiten Investor Relation.

Lalu, RL (Nominee tersangka Benny Tjokrosaputro alias Bentjok).

Dalam keterangan Kapuspenkum, tidak disinggung mereka berperan dalam transaksi saham apa dan berapa volomenya. Juga,  tidak disertakan ancaman pidana terhadap pelaku.

Saksi lain, yang diperiksa GP (Kadiv
Investasi PT. ASABRI periode Juni 2017 – Juli 2018), RS (Direktur PT Mega Capital Investama).

Lalu, FH (Direktur PT. Anugrah Cahaya Sentosa), MS (PT Henan Putihrai Asset Management), RD (Pelaksana Instruksi Trading PT Tricore Kapital Sarana dan PT Dana Lingkar Kapital).

Serta, FN (Dirut PT Tricore Kapital Sarana dan PT Dana Lingkar Sarana), S (Direktur PT Semesta Indovest Sekuritas), BH (Dirut PT Buana Capital Sekuritas), John Herry Tedja (Dirut PT.   PT Ciptadana Sekuritas Asia) dan IS (Direktur Keuangan PT Prima Jaringan). (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *