Sekian Tahun Tertunda oleh Pengadaan Lahan di Kawasan Ancol,  Pembangunan MRT Fase 2 Dimulai Tahun Ini

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Setelah tertunda sekian lama Pemprov DKI Jakarta saat ini mulai melanjutkan pembangunan MRT Fase 2 (Utara – Selatan), dari Bundaran HI hingga Ancol. Kendala utama  mengenai titik lokasi pembangunan depo dan pengadaan lahan sudah menemukan solusi dan siap dilaksanakan. 

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyampaikan, untuk kelancaran pembangunan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menerbitkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 92 Tahun 2021 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Jalur Mass Rapid Transit (MRT) Koridor Kota – Ancol Barat.

“Ini adalah bagian dari upaya kita bersama dalam mengurai kemacetan di Jakarta, mengajak masyarakat untuk semakin memanfaatkan transportasi publik dan beralih dari kendaraan pribadi. Selain itu, turut menstimulasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan layanan transportasi yang efisien, termasuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” jelas Syafrin, Rabu (31/3).

Syafrin memaparkan, pihaknya akan melakukan pengadaan tanah untuk pembangunan sarana dan prasarana di jalur MRT koridor Kota – Ancol Barat. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Adapun rencana luas tanah yang dibutuhkan sekitar 196,292 meter persegi. Lahan tersebut terletak di tiga lokasi yaitu Stasiun Mangga Dua, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Stasiun Ancol Marina, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, dan Stasiun Ancol Barat, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan.

“Pelaksanaan pengadaan tanah ini direncanakan pada tahun 2021 sampai dengan 2023. Sedangkan, untuk pembangunan fisiknya rencananya akan dilakukan pada tahun 2023 atau setelah pengadaan tanah selesai,” tutur Syafrin sambil menambahkan, pembiayaan atas pengadaan tanah ini berasal dari APBD DKI Jakarta. Sementara itu, untuk penempatan prasarana Stasiun MRT disesuaikan dengan kondisi lapangan yang didukung kajian teknis dari PT MRT Jakarta. (joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *