Kejar Aset Asabri, 4 Dirut Perusahaan Sekuritas Diperiksa Maraton

HEADLINE HUKRIM

Manajer Investasi Bakal Ditersangkakan?

JAKARTANWWS.ID – JAKARTA: Empat Direktur Utama Perusahaan Sekuritas diperiksa intensif terkait Skandal Asabri. 

Namun, sampai kini belum ada tanda-tanda akan ada tambahan tersangka baru dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp23,7 triliun.

Meski,  sempat terdengar selentingan untuk mentersangkakan korporasi,  mengingat aset yang disita belum mencukupi untuk mengganti kerugian keuangan negara.

Dalam Skandal Jiwasraya yang merugikan negara Rp16, 81 triliun saja,  13 korporasi (manajer investasi) ditetapkan tersangka.

“Dus,  karena itu sepanjang untuk pengembalian kerugian negara tentu kita dukung,  ” kata Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman,  di Jakarta,  Kamis (1/4).

DIREKTUR UTAMA

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebutkan empat Direktur Utama (Dirut) yang diperiksa,  adalah ASS selaku Dirut PT. Pilarmas Investindo Sekuritas.

Lalu,  DL (Dirut PT. Wanteg Sekuritas), BJ (Dirut PT. Kiwoom Sekuritas) dan WSA (Dirut PT. Hanson Coal Energy).

Diketahui, ASS adalah Anfarudiman Surya Sunardi. DL adalah Dharma Lantap.  BJ adalah Bae Chung Seop Jongheum. WSA tidak diketahui.

Tetapi yang pasti,  perusahaan ini diduga terafiliasi dengan PT. Hanson Int Tbk milik Benny Tjokrosaputro,  satu dari 8 tersangka Asabri.

“Status mereka saksi,  ” ujar Leonard,  di Jakarta, Kamis (1/4).

Para pihak lain yang diperiksa,  terdiri
RM ( Karyawan PT. Hanson International, Tbk),  MP (Staf Khusus Direksi PT ASABRI),  RAK (Corporate Finance PT. Tricore Kapital Sarana & Dana Lingkar Kapital).

Serta,  EWHS selaku Komisaris PT. Tricore Kapital Sarana, AK (Direktur PT. Indo Putra Khatulistiwa) dan RDN ( Owner PT. RD Investment). (ahi)

Teks Photo: Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *