Sikap Menolak Bayar PBB di Kota Bekasi Dimaklumi

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – BEKASI: Anggota DPRD Kota Bekasi Jawa Barat, Safril memaklumi sikap spontanitas warga menolak membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), jika janji Walikota Rahmat Effendi menertibkan para pedagang liar di jalan masuk perumahan Duta Indah, Jatimakmur tidak direalisasikan. “Namun demikian sebagai wakil rakyat, saya tetap meminta warga patuh membayar PBB,” ujarnya menjawab pertanyaan Minggu (5/4/2021) di Bekasi.

PBB sebagai salah satu komponen pendapatan asli daerah, tidak seharusnya tidak mendapat dukungan warga. Tetapi jika kemudian sampai memuculkan sikap menolak untuk melunasi, tentu harus dicarikan solusinya. Menjadi tugas pemerintah untuk membuat kebijakan yang bisa tetap menentramkan masyarakat.

Sebelumnya Ketua Rukun Warga (RW) 015 Perumahan Duta Indah, Taufik Irawan, SH, MH melalui kanal YouTube menyatakan, warga perumahan di wilayah Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, sepakat tidak akan membayar PBB, jika para pedagang liar di jalan masuk perumahan tidak segera ditertibkan. Keberadaan bangunan-bangunan semi permanen yang menempati pinggir sungai, selain menjadi salah satu penyebab banjir, juga menyita sebagian badan Jl. Duta Raya Indah. Oleh sebab itu dirasakan sangat mengganggu aktivitas warga dan keluar masuk kendaraan dari perumahan tersebut.

Menurut Taufik Irawan, kekesalan warga memuncak ketika sebagian besar bangunan perumahan mengalami banjir besar tanggal 21 Februari tahun 2021. “Sekitar 85 persen dari wilayah yang dihuni 3.000-an warga penghuni Duta Indah tergenang,” katanya.

Warga berpendapat, musibah banjir disebabkan tanggul yang ada di belakang warung-warung liar kurang tinggi. Sehingga air meluap.”Keberadaan warung-warung liar itu juga menjadi penghalang. Saat air meluap tanggul menjadi tidak kelihatan. Hal itu berakibat perawatan dan pengawasan lingkungan terganggu, ujar Taufik.

Padahal sudah ada kesepakatan warga untuk memperkuat dan membangun tanggul yang memadai, dengan dana swadaya masyarakat. Saat ini niat warga terkendala, akibat lahan di depan tanggul berdiri bangunan-bangunan dan lapak para pedagang liar.

Sementara itu Safril wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kota Bekasi mengingatkan, sukses Rahmat Effendi menjadi Walikota Bekasi 2018-2023, bisa jadi karena sebagian warga Duta Indah memilihnya. Warga mendukung pasangan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto sebagai walikota dan wakil walikota, setelah mendengar janji jika terpilih, akan menertibkan bangunan dan keberadaan pedagang liar. “Buktinya, janji Rahmat Effendi hingga kini tidak bisa diwujudkan,” ujar anggota DPRD dari Fraksi PAN ini.

Ia yang juga menjadi salah satu warga penghuni perumahan kelas menengah itu, pernah mendesak Pemerintah Kota menertibkan para pedagang liar. “Sebenarnya warga mengetahui, keberadaan para pedagang liar tersebut, karena ada pihak dan oknum yang memback-up,” katanya.

Menurut Safril, bahkan Lurah Jatimakmur, Atmanto, SP selama ini seolah menutup mata keberadaan para pedagang liar. “Jika ternyata ada oknum aparat terbukti melindungi, tidak segan kami minta walikota melakukan pengusutan,” ujarnya.

Sementara itu keterangan yang dihimpun dari warga mengungkapkan, para pedagang liar merasa aman, karena ada “perlindungan” dari Skwt seorang yang dianggap sebagai ‘tokoh’ dan ‘jagoan’ daerah tersebut. Sehingga aparat pemerintah khususnya Kelurahan Jatimakmur dan Kecamatan Pondokgede, tampaknya tidak berdaya mengatasi kesemrawutan di gerbang masuk komplek perumahan yang memiliki 15 Rukun Tetangga itu. Penggusuran atas keberadaan para pedagang liar itu pernah Pemerintah Kota Bekasi lakukan. Namun tidak beberapa lama kemudian, tempat usaha puluhan pedagang liar itu aktif lagi.

Safril juga mengingatkan kembali, sebagai Anggota DPRD telah mengusulkan dibangunnya kembali Taman Duta Indah yang kini dikuasai para pedagang liar. “Melalui dana aspirasi, saya sudah usulkan ke dinas terkait, agar taman milik warga yang pernah ada, bisa direvitalisasi,” ujarnya.

Menyoroti keadaan buruk itu, ia meminta Walikota Rahmat Effendi segera turun ke perumahan Duta Indah, untuk melihat kenyataan, sekaligus menampung keluhan warga. “Tidak ada cara lain sebagai upaya menyelamatkan warga dari musibah banjir, pemerintah kota bisa mengembalikan kondisi infrastruktur perumahan Duta Indah, sesuai detail plan yang sudah disepakati. “Saya yakin, jika Pak Rahmat Effendi bisa mengatasi problem ancaman bahaya banjir dan kesemrawutan para pedagang liar di sini, akan kembali mendapat support warga. Sehingga tidak muncul sikap menolak membayar PBB,” Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi ini menekankan. (Rls/np)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *