Cegah Korupsi, Kajati Kalbar Disambut Antusias Civitas Akademika IAIN Pontianak

HEADLINE HUKRIM

Gerilya Campus to Campus

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)  Kabar Dr. Masyhudi, SH, MH kembali mendatangi kampus sebaga bagian Program Jaksa Masuk Kampus (JMK). 

Kali ini, yang disambangi Mantan Kajati DI. Yogyakarta adalah,  Kampus Institut Agama Islam (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebelumnya, Masyhudi mengadakan ceramah umum di Kampus Universita Tanjung Pura, Pontianak tentang Pemberantasan Korupsi bersama Rektor Universitas Tanjung Pura Prof. Garuda Wiko, SH, MH, Selasa (23/2).

Menurut Masyhudi,  kedatangan ke IAIN (kini,  Universitas Islam Negeri) juga bermaksud sosialisasi pencegahan tindak pidana korupsi.

“Kampus adalah kumpulan intelektual dan calon-calon pemimpin masa depan sehingga perlu diajak untuk berdiskusi dua arah bagaimana cara tepat mencegah korupsi,” katanya kepada Jakartanews.id,  Senin (5/3) malam.

Dia berencana akan mendatangi perguruan tinggi lainnya untuk membicarakan topik yang sama, agar perbuatan tindak pidana korupsi,  di Pontianak dan Kalbar umumnya,  menurun.

“Ini menjadi PR dan tugas bersama setiap elemen masyarskaf,” ingatkan Doktor Hukum Pasca Sarjana Universitas Padjajaran, Bandung ini.

PENUH ANTUSIAS

Diskusi bertemakan “Peran Kejaksaan Dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi serta Paham Radikalisme “ disambut civitas akademika dengan penuh antusias.

Rektor IAIN Pontianak Dr. H. Syarif, M.A, mengapresiasi langkah dan upaya Kajati Kalbar dalam rangkaian pencegahan tindak pidana korupsi.

“Diskusi ini sangat bermanfaat dan memberikan pencerahan kepada Civitas Akademika dan Mahasiswa, khususnya,” ujar Sharif.

Dalam kesempatan berharga tersebut, Masyhudi memaparkan mulai pencegajan korupsi,  melalui berbagai pendekatan sampai penberian pendapat hukum tentang pelaksanaan proyek pembangunan.

“Bila semua upaya pencegahan telah dilakukan,  tapi masih melakukan praktik korupsi, maka kita akan tindak sesuai ketentuan perundangan.”

Terkait, pencegahan paham radikalisme, menurut Masyhudi Kejaksaan akan terus memantau, berdialog dengan para pihak terkait agar terhindar dari paham radikalisme.

“Upaya dan langkah tersebut sesuai peran Kejaksaan  selaku Koordinator Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Dalam Masyarakat (Pakem),” terangnya.

Pada kesempatan itu pula,  Masyhudi mengajak segenap Civitas Akademika IAIN dan lapisan masyarakat Kalbar,  untuk bersama mencegah korupsi dan menjaga kesatuan sesama anak bangsa.

“Mari, kita bangun bangsa dan negara,  Kalbar khususnya menjadi lebih baik,” pungkasnya. (ahi)

 

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *