Sambut Kehadiran Kembali Partai Masyumi, Awiek: Elektabilitas PPP Tak Terpengaruh

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Ketua DPP PPP Achmad Baidowi menyambut baik kehadiran kembali Partai Masyumi ke dalam kancah perpolitikan Indonesia.

“Ya kami menyampaikan selamat datang kepada teman-teman yang telah mendirikan Partai Masyumi reborn. Selamat datang di dunia perpolitikan Indonesia di era reformasi dengan sistem multi partai ini,” kata politisi yang akrab disapa Awiek ini kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senin (5/4/2021).

Namun, Awiek mengingatkan, berpolitik saat ini berbeda dengan berpolitik di era-era sebelumnya terutama di era Orde Lama (Orla), di mana saat ini sangat dibutuhkan perjuangan agar dapat exist di dunia perpolitikan Indonesia.

“Kami hanya ingin mengingatkan, berpolitik hari ini di era reformasi sangat terbuka itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena untuk merebut hati pemilih di era suara terbanyak dengan sistem yang sangat terbuka butuh effort yang luar biasa besar,” ingat anggota Komisi VI DPR RI ini.

Awiek mengaku, pihaknya tidak terganggu dengan kehadiran parpol barbasis Islam.

“Dan kami sebagai parpol berbasis Islam tidak merasa terganggu dengan hadirnya Partai Masyumi karena memang irisannya berbeda, sangat berbeda,” tukas Awiek.

Awiek mengatakan, meskipun kini Partai Masyumi telah diperkuat mantan kader PPP Ahmad Yani, namun dirinya tetap optimistis, hal tersebut tak akan berpengaruh pada peroleh suara PPP nantinya.

“Meskipun kita tahu Pak Ahmad Yani pernah di PPP tetapi sudah keluar sejak lama, bahkan Pemilu kemarin sudah berangkat dari partai yang lain. Kalau PPP ditinggal Ahmad Yani itu sudah hal yang lama, tidak membawa apapun bagi PPP, tetapi apapun itu, kita harus menunggu bisakah Masyumi itu benar-benar merebound apa yang dilakukan Masyumi di zaman orde lama,” papar Wakil Ketua Bales DPR RI ini.

Hampir dipastikan, lanjut Awiek, kekuatan politik Islam dan pemilih-pemilih Islam terdeferansiasi kepada partai-partai politik yang ada.

“Yang jelas umat Islam saat ini sudah terdistribusi dengan kekuatan-kekuatan politik di Indonesia seperti misalnya: PPP, dan partai-partai berbasis Islam lainnya,” jelas Awiek.

Awiek menilai, peluang terjadinya persaingan sengit yang ditimbulkan akibat munculnya Partai Islam baru sangat kecil.

“Ya bisa jadi ya, tapi kan tidak selalu yang berebut basis suara itu selalu beriringan, contoh pemilih PPP itu mayoritas dari kalangan tradisional, pedesaan paling banyak. Sementara ini kita dengan PKS dan PKB tetap berjalan bersaing memilih ceruk yang sama,” tukas Awiek.

Lebih lanjut, legislator asal Dapil Jatim XI itu menambahkan, kehadiran partai Islam baru, yaitu Partai UMMAT, Masyumi reborn tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PPP, namun dirinya meyakini basis massa yang berbeda akan membuat kehadiran kedua partai baru itu tak akan berpengaruh terhadap PPP.

“Tentu itu menjadi tantangan, tapi saya yakin di internal PPP sendiri kita tidak akan terganggu karena PPP memiliki basis massa yang berbeda dengan Partai Ummat dan Masyumi reborn,” tutup Awiek. (Daniel)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *