Angka Penularan Covid Menurun, Pemprov DKI Jakarta Tetap Perpanjang PPKM Mikro

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Meski dalam dua minggu terakhir terjadi penurunan kasus aktif Covid-19, namun Pemprov DKI Jakarta tetap kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi peningkatan kasus dan  akan terus diupayakan agar penularan wabah tersebut menurun lagi. 

Pemprov DKI Jakarta memperpanjang PPKM Mikro hingga 19 April 2021 melalui Keputusan Gubernur Nomor 405 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro dan Instruksi Gubernur Nomor 18 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro tingkat RT. “Kita akan berupaya mengurangi kasus penularan menjadi seminimal mungkin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti,  Selasa (6/4).

Ia menjelaskan  jumlah kasus aktif selama dua minggu terkhir mengalami penurunan sebanyak 1.247 kasus, yakni 7.322 kasus aktif pada tanggal 21 Maret, menjadi 6.075 kasus aktif pada tanggal 5 April. Ini merupakan fenomena menggembirakan karena terjadi di dalam suasana liburan yang biasanya cenderung meningkat.  “Namun kita tidak boleh lengah dengan angka penurunan ini. Kita harus siap untuk situasi apapun agar kurva kasusnya bisa terkontrol dengan baik,” ujar Widyastuti.

Widyastuti juga menjelaskan bahwa penurunan kasus aktif tersebut berdampak signifikan pada turunnya keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU. Berdasarkan data lapangan, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi per 21 Maret sebesar 7.863 tempat tidur dan terpakai 4.258 tempat tidur atau 54% dari jumlah yang ada. Sedangkan, jumlah kapasitas ICU per tanggal 21 Maret sebesar 1.142 dan terpakai 674 ICU atau sebesar 59% yang terpakai.

“Sedangkan, per 5 April, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi yang kami miliki sekitar 7.513 unit dan terisi 3.311 atau 44%, serta untuk ICU sebesar 1.136 unit dan terisi 548 atau 48%. Dengan demikian, ada penurunan pemakaian kedua fasilitas tersebut, yakni 10% di tempat tidur isolasi dan 11% di ICU, sehingga kedua fasilitas yang sebelumnya disiapkan dapat dialihkan untuk perawatan pasien non-Covid,” jelas Widyastuti.

Sementara, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang. Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.352.341 orang (45,1%) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 498.072 orang (16,6%). Rinciannya, yaitu untuk tenaga kesehatan, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 121.850 orang (108,5%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 105.514 orang (94,0%), dengan target vaksinasi sebanyak 112.301 orang.

“Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 488.136 orang (53,5%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 83.786 orang (9,2%), dengan target vaksinasi sebanyak 911.631 orang. Pada kelompok pelayan publik, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 742.355 orang (37,6%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 308.776 orang (15,6%), dengan target vaksinasi sebanyak 1.976.757 orang,” pungkas Widyastuti. (joko)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *