Wakil Jaksa Agung: WBK/WBBM Bakal Membudaya, Bila Disertai Keikhlasan

HEADLINE HUKRIM

Arahan WBK/WBBM Kejati Sumut

JAKARTANEWS.ID- JAKARTA: Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi ingatkan zona integritas WBK/WBBM hanya dapat dicapai, jika didasarkan atas kesadaran dan keikhlasan. 

Pada akhirnya akan tumbuh dan berskembang menjadi budaya di Jajaran Adhyaksa.

“Oleh karena itu, saya minta Jajaran ASN (Aparatur Sipil Negara)  harus melatih dan memaknai WBK/WBBM agar tidak menjadi beban atau keterpaksaan,” katanya, di Kejaksaan Agung, Senin (5/3).

Statement Setia Untung Arimuladi disampaikan kepada seluruh Jajaran Adhyaksa Se-Sumut secara Virtual terkait pelaksanaan WBK (Wilayah Bebas Korupsi)/WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani).

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Senin (5/3) mencanangkan Program WBK/ WBBM bersama 28 Kejaksaan Negeri (Kejari)  dan 8 Cabang Kejari.

Khusus, untuk Kejari Deli Serdang, 2018 dan Kejari Dairi,  2020 yang telah memperoleh WBK, maka kedua Kejari dicanangkan program WBBM.

Menurut Untung,  program ini jangan
sampai diartikan sekadar apresiasi dari pemerintah, yang lalu dijadikan target oleh satuan kerja,  di setiap strata.

Namun, program tersebut bersifat menyeluruh dan permanen sifatnya,  sehingga ASN Kejaksaan harus bebas dari KKN, pamrih,  penyimpangan SOP dan pelanggaran disiplin mulai sekarang.

Terkait pelaksanaan WBK/WBBM, hingga saat ini baru dua Kejari memperoleh WBK. Sementara,  status WBBM masih nihil.

“Tentunya, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi satuan kerja dilingkungan wilayah hukum Kejati Sumut  dalam membangun zona integritas menuju WBBK/WBBM.”

Mengutip kata-kata bijak,Untung mengakhirinya sambutannya.

“Kesuksesan tidak datang dari apa yang diberikan orang lain, tapi datang dari keyakinan dan kerja keras kita sendiri. ”

KEJATISU HEBAT

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara IBN Wismantanu, SH. MH minta jajarannya mulai sekarang merubah paradigma.

Dari perilaku minta dilayani menjadi melayani, berpola penguasa menjadi abdi masyarakat.

“Artinya, sejak kini tinggalkan zona nyaman yang memicu terjadinya praktik penyimpangan wewenang. ”

Dalam upaya merubah perilaku, maka dilakukan penilaian dan pemantauan terhadap pegawai. Setiap dua minggu diumumkan hasil penilaian.

“Hasilnya akan ditempelkan di papan pengumuman pegawai teladan yang terpilih.”

Terhadap ASN yang malas dan melakukan penyimpangan, masih kata Wismantanu bakal ditindak tegas.

“Tentu,  sanksi diberikan setelah melalui pemeriksaan Pengawasan.”

Tindakan serupa bakal dilakukan, bila ASN masih menerima tamu atau konsultasi di ruang kerja,  setelah diberlakukan PTSP  (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

“Kepada seluruh pegawai, diwajibkan untuk memberikan jasa layanan kepada masyarakat, hanya di ruangan PTSP. ”

Guna mewujudkan semua itu,  di-launching Tagline Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara “HEBAT ” atau disingkat KejatiSu “Hebat”

Tagline H bermakna Humanis, E: Etidls,  B: Bermartabat, A: Amanah dan T: Tertib. (ahi)

 

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *