Hindari Masalah Hukum,  PTPN XIII Minta Legal Opinion Kejati Kalbar

HEADLINE HUKRIM

Penjualan Persedian Minyak Sawit

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Hindari terjadi persoalan hukum di masa datang,  PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII minta pendapat hukum kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Kalimantan Barat. 

Pendapat hukum (Legal Opinion) ini terkait Rencana Penjualan Persediaan Minyak Sawit /Crude Palm Oil (CPO) Dengan Mutu ALB/FFA >5% PKS Gunung Emas dan PKS Rimba Belian PTPN  XIII.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar Dr. Masyhudi,  SH,  MH pimpin langsung kegiatan tersebut,  di Ruang Rapat Kantor Kejati Kalbar, Selasa (6/4).

“Permintaan Legal Opinion,  tentu kita respon sebab sudah menjadi tugas Kejaksaan,  khususnya Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara,  ” kata Masyhudi kepada Jakartanews. Id.,  Rabu (7/4).

Menurut Masyhudi,   pihaknya membuka pintu lebar-lebar kepada perusahaan BUMN dan BUMD lain untuk meminta pendaoat hukum agar tidak terjadi persoalan hukum di kemudian hari.

“Kita juga siap mendampingi mereka,  jjka menghadaoi masalah keperdataan dan tata usaha negara, ” pesannya.

NILAI EKONOMIS

Dalam keterangan Sekretariat  PTPN  XIII, dikatakan  dalam proses produksi, PKS tersebut mengolah bahan baku berupa Tandan Buah Segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit (Kernel).

Saat ini, PTPN XIII memiliki persediaan produksi CPO diluar spesifikasi (ALB >5%),  dengan jumlah 4.100 – 5.000 Ton CPO selama periode  2020 – Maret 2021 di PKS Gunung Meliau dan PKS Rimba Belian,  Sanggau, Kalbar.

Mengingat CPO ALB Tinggi masih memiliki nilai ekonomis, maka PTPN XIII bermaksud untuk melakukan penjualan atas CPO ALB Tinggi yang terdapat di tangki timbun.

Sebelum melangkah,  PTPN XIII  meminta pendapat hukum kepada Kejati KalbarJPN, agar penjualan CPO  tidak menimbulkan persoalan hukum.

“CPO ALB diatas 5% harus dijual seluruhnya agar penampungan dapat dilakukan pencucian/pembersihan tangki timbun, agar CPO yang baru diolah tidak rusak kadar mutunya. ”

Selain itu, dikatakan agar mutu tidak semakin rendah. Bila  mutu semakin rendah, maka akan mendapat harga yang rendah juga.

“Disamping itu dengan dilakukan penjualan CPO seluruhnya akan mengosongkan tangki timbun sehingga CPO dengan mutu yang baik tidak akan bercampur lagi dengan mutu yang rendah.”(ahi)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *