Wanita Pedagang Baju Ngaku Dokter Filler Payudara Hanya Sehari Ikut Kursus di Tamansari

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID-JAKARTA: Tersangka STR alias SR, wanita pedagang pakaian di Blok M, Jakarta Selatan, yang mrngaku dokter filler payudara akhirnya dijebloskan ke tahanan Polres Metro Jakarta Barat di Jalan S Parman No.31, Slipi. Selain dia, ditangkap juga seorang waria ML, distributor cairan filler di Batam Kepri.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo menjelaskan kepada wartawan , Selasa (6/4/2021) siang, pelaku yang hanya sehari mengikuti pelatihan nekad membuka praktek gelap dengan terlebih dahulu memasang iklan melalui akun instagram @beauty Sexi Store dan menawarkan cairan untuk filler pembesaran payudara dan bokong dengan harga berkisar Rp 5.000.000,- untuk filler 500 cc dan Rp 3.000.000,- untuk Filler 250 cc.

Dua pasiennya, CT dan WT lalu menghubungi pelaku minta suntik filler payudara  tanggal 26 Oktober 2020, dan selanjutnya disepakati dilakukan di sebuah hotel di Tamansari, Senin (9/11/2020). “Tapi pasca penyintikan filler tersebut korban mengalami demam, pembengkakan payudara dan keluar cairan nanah yang keluar dari lubang bekas suntikan,” jelas kapolres. Korban pun melapor ke Polres Metro Jakarta Barat.

Dikatakan kapolres, adanya pengaduan korban, Unit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat, dipimpin AKP Fahmi Fiandri lalu meringkus STR di rumahnya di Pondok Pucung, Tangerang Selatan, 23 Maret 2021 lalu.

Sementara itu,  Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan dari
keterangan pelaku pihaknya  menerima laporan bahwa yang bersangkutan melakukan penyuntikan sebanyak 15 kali. Namun sejak membuka praktek gelap itu, pelaku meraup keuntungan kurang lebih sebesar Rp 75.000.000.

Pelaku STR, sarjana pertanian yang  nekat membuka praktek abal abal itu masih terus menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, mengatakan membuka posko pengaduan untuk korban lainnya membuat laporan.

“Kami kira banyak korban lain tapi yang menjadi kendala mereka malu membuat laporan ke kantor polisi,” ujarnya. (Warto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *