Antisipasi Aksi Kekerasan, KJRI San Francisco Bertemu Masyarakat dan Diaspora Indonesia

HEADLINE INTERNASIONAL

JAKARTANEWS.ID -SAN FRANCISCO, AMERIKA SERIKAT: Menyikapi maraknya aksi kekerasan bermotif rasial terhadap komunitas Asia di Amerika Serikat dalam 3 bulan terakhir, KJRI San Francisco menyelenggarakan pertemuan daring dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di wilayah kerjanya. Sebanyak 150 orang masyarakat dan diaspora Indonesia dari California Utara, Nevada Utara, Oregon, Washington, Alaska, Montana, Idaho dan Wyoming menghadiri pertemuan ini.

Konsul Jenderal (Konjen) RI San Francisco, Simon DI Soekarno menyampaikan langkah yang telah dilakukan oleh KJRI San Francisco untuk mengantisipasi meningkatnya aksi kekerasan bermotif rasial terhadap komunitas Asia dalam dua bulan terakhir, antara lain berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.
“KJRI SF telah dan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan pihak-pihak terkait di 8 negara bagian di wilayah kerja KJRI SF, serta atas inisiatif KJRI SF, perwakilan Asean di San Francisco sepakat untuk bersama-sama menyampaikan keprihatinan dan meminta perhatian Pemerintah dan aparat keamanan setempat untuk menangani hal ini secara serius,” katanya seperti dikutip kemlu.go.id, Kamis (8/4/2021).
Konjen Simon mengimbau kepada masyarakat dan diaspora Indonesia untuk tetap tenang namun kerap meningkatkan kewaspadaan, tidak bepergian seorang diri serta mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan ke aparat setempat maupun KJRI atau Perwakilan RI terdekat jika menghadapi situasi gangguan atau kekerasan bermotif rasial.
Direktur Pelindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Judha Nugraha menyampaikan bahwa perwakilan merupakan kehadiran Pemerintah untuk melindungi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Untuk mendapatkan pelindungan, WNI yang sedang berada di luar Indonesia diimbau untuk melakukan lapor diri yang dapat dilakukan secara daring melalui portal peduli WNI. Dengan lapor diri maka pemerintah dapat mengetahui keberadaan WNI di suatu wilayah dan memberikan pelindungan sekiranya terjadi situasi darurat, force majeur atau bencana lainnya.
Psikolog dari Alzheimer Indonesia menjelaskan mengenai penyebab sikap rasisme yakni kegagalan seseorang atau sekelompok orang untuk melihat suatu hal secara obyektif. Selain itu dijelaskan pula bagaimana dampak dari aksi/insiden kekerasan bermotif rasial dapat berdampak terhadap kondisi kejiwaan dan juga fisik korban. Beberapa Langkah yang dapat dilakukan untuk mengelola rasa stress ataupun tekanan adalah melakukan olahraga, relaksasi, aktivitas sosial, spiritual serta pentingnya untuk selalu berpikir positif atas segala peristiwa yang terjadi. (Kemlu/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *