Kolaborasi UMKM dengan E-commerce Dongkrak Omzet Usaha

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID -JAKARTA: Kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) manufaktur dan kuliner ternyata mendapatkan manfaat besar setelah berkolabrasi dengan usaha e-commerce. Apalagi di masa pandemi ini, omzet usaha justru meningkat dibandingkan sebelumnya. Bahkan, melalui e-commerce bisa menembus pasar luar negeri.

Demikian pengakuan H Nuryaman, pemilik UD Aneka Loyang di Tarikolot, Bogor, Jawa Barat, dan Santi Indriyana, pemilik Bonlez Frozen Food di Bontang, Kalimantan Timur, saat jelajah virtual UMKM yang diadakan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dari Jakarta, Kamis (8/4/2021).
“Kalau sebelumnya cuma dijual offline di Pasar Citeureup, sekarang ini sudah bisa dibeli di mana saja, malah katanya sudah ada pembeli dari luar negeri. Itu karena produk loyang kue kami dipasarkan juga secara online oleh Toko Pasti Puas atau Topas,” ujar Nuryaman.
Dalam acara ini, H. Nuryaman berbagi pengalaman bagaimana mengoptimalkan kesempatan yang diberikan YDBA untuk berkolaborasi dengan salah satu merchant di marketplace, yaitu Toko Pasti Puas dalam meningkatkan omset usahanya sampai 200 persen, bahkan produknya masuk ke dalam pasar ASEAN, seperti Filipina, Singapura dan Malaysia. Dia juga melakukan inovasi membuat produk loyang menggunakan mesin rol untuk meningkatkan produktivitas bisnisnya.
Asal tahu saja, H. Nuryaman adalah generasi pertama yang merintis UD Aneka Loyang pada tahun 1998. Bergabung menjadi binaan YDBA pada tahun 2019, memberikan awareness H. Maman untuk menerapkan manajemen bisnis yang baik dalam usahanya. Melalui pelatihan basic mentality, H Maman mulai membagikan job desc dengan timnya. Dia juga membenahi keuangan dalam bisnisnya, sehingga mengetahui berapa omzet yang didapat dalam usahanya.
Sejak Juli 2020 hingga Maret 2021, H Maman telah men-supply produknya melalui Toko Pasti Puas sebanyak 9.180 pcs. Di tengah order yang meningkat, H Maman melakukan inovasi proses dalam pembuatan produk.
Sedangkan Santy, pemilik Bonles Frozen Food, berbagi pengalaman dengan melihat peluang bisnis di sekitarnya. Bagi Santy, peluang tersebut adalah awal Santy untuk melakukan berbagai inovasi produk yang meningkatkan omset bisnisnya sepanjang pandemi hingga 50-100 persen. “Pokoknya kita harus bisa menghadapi kenyataan ini, seperti pandemi Covid dengan fleksibel. Kalau kita fleksibel, kita akan optimistis,” ujarnya.
Pada tahun 2017, Santy bergabung menjadi binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Besai Berinta. LPB ini didirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra bersama PT Pamapersada Nusantara untuk melakukan program pembinaan UMKM di wilayah berdirinya LPB. Melalui LPB tersebut, Santy menyadari pentingnya belajar manajemen bisnis, salah satunya pembukuan sederhana.
Dengan pelatihan dan pendampingan pembukuan sederhana yang diselenggarakan LPB, kini Santy mengetahui perkembangan bisnisnya melalui omset yang diperoleh Bonles Frozen Food. Ilmu yang didapat tersebut, Santy bagikan pula kepada UMKM-UMKM lain di Bontang yang belum menerapkannya.
Ketua Pengurus YDBA, Sigit P Kumala berharap pengalaman bisnis dari H Nuryaman maupun Santi Indiryana yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi dalam usahanya, dapat menginspirasi pebisnis lain untuk menerapkan hal yang sama.
“Semoga semakin banyak stakeholder lain seperti Toko Pasti Puas yang memberi kesempatan UMKM untuk memasarkan produknya di pasar online,” katanya. (yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *