Agar Tak Beralih ke Pihak Lain, Lahan Bentjok di Lebak Dipasang Plang Sita 

HEADLINE HUKRIM

Ingat Kasus Penjualan Lahan Jatinegara

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Agar tidak dialihkan ke pihak lain,  Tim Penyidik Asabri pasang tanda plang
atas 410 bidang tanah seluas  3, 090 juta M2 yang telah disita, Lebak, Banten.

Lahan tersebut milik tersangka Benny Tjokrosaputro,  yang disita 10 Maret lalu.
di Lebak,  Banten.

Soal ini mengingatkan kasus Penjualan Lahan Jatinegara, Jakarta Timur berstatus sita perkara BLBI atas nama tersangka Hendra Raharja.

Menurut Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak langkah tim penyidik itu dalam upaya memastikan lahan itu berstatus barang bukti kasus Asabri.

“410 bidang tanah, di Kabupaten Lebak tercatat atas nama PT. Multi Kasuja yang terafiliasi dengan tersangka BT,  ” katanya,  di Jakarta,  Kamis (8/3) malam.

BT alias Bentjok adalah satu dari 9 tersangka Skandal Asabri,  yang merugikan negara sekitar Rp23,7 triliun.

Leonard menjelaskan setelah dipasang plang, tim penyidik menitipkan status barang bukti kepada 4 Camat di wilayah Lebak.

“Kecamatan Cibadak sebanyak 38 bidang tanah, Kalanganyar 39 bidang tanah, Sajira 86 bidang tanah dan Rangkasbitung  247 bidang tanah. ”

KASUS JATINEGARA

Soal barang bukti mengingatkan kasus lahan di Jatinegara,  Jakarta Timur yang dalam status sita perkara BLBI atas nama tersangka Hendra Rahardja (Babk BHS).

Lahan tersebut telah dijual kepada PT. Cakra Sarana Larasari (CSL)  oleh Ngalimun Dkk seharga Rp12 miliar. Sesuai NJOP,  lahan tersebut seharga Rp34 miliar.

Atas perbuatan tersebut oknum Jaksa Ngalimun,  Chuck dan Zainal Abidin (Notaris) serta Albertus Sugeng Muljanto (Direktur Umum PT. CSL) dijadikan tersangka dan ditahan.

Khusus,  Zainal tidak sempat dibawa ke pengadilan,  karena meninggal dunia. Albertus sampai tahun keempat dinyatakan buron,  belum tertangkap oleh TIm Tabur Kejaksaan Agung.

Satu orang lagi atas nama Ardi,  notabene Menantu Alm. Hendra Rahardja tak kunjung dijadikan tersangka.

Ardi diduga telah menerima uang Rp2 miliar dari pembayaran uang muka sebanyak Rp6 miliar.  Sisa Rp6 miliar akan dibayar pada tahap berikutnya.

Dimana Rp2 miliar disetor ke negara dan sisanya dibagi ke Albertus,  Zainal dan lainnya.

Belakangan,  Ardi telah mengembalikan Rp2 miliar kepada tim penyidik Gedung Bundar.

“Harusnya,  Kejaksaan bersikap tegas agar tidak menjadi preseden buruk. Pengembalian kerugian negara tidak menghapuskan perbuatan pidana, ” tegas Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman secara terpisah.  (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *