Berburu Aset Asabri, Dirut PT. Emco Asset Management Diperiksa Lagi

HEADLINE HUKRIM

Para Manajer Investasi Bakal Dijerat? 

JAKARTANEW.ID – JAKARTA: Tim Penyidik terus kejar para manajer investasi,  guna berburu aset untuk pengembalian kerugian negara sebesar Rp23, 7 triliun.

Namun begitu,  sampai kini belum ada satupun manajer investasi (korporasi) yang ditersangkakan,  seperti 13 korporasi dalam Skandal Jiwasraya.

“Bisa jadi,  Kejaksaan Agung memiliki pertimbangan lain.  Atau momentum waktu sehingga belum diumunkan sekaligus mematangkan alat bukti,  ” kata Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman, di Jakarta,  Jumat (9/3).

Secara keseluruhan,  Boyamin apresiasi upaya terus mengejar aset para tersangka,  dalam rangka memiskinkan koruptor sebagai aspek penjeraan.

“Tentunya,  Kejagung harus kejar semua pihak terlibat,  termasuk Nominee agar diketahui praktik dan apa yang diperoleh mereka sehingga tidak menggugat pemberi proyek.”

Hal semacam ini, menurut dia semata menghindari kasus BTN Gresik,  BTN Semarang,    BTN Kuningan dan Bank Mandiri Solo Jilid II terulang.

Belum termasuk, kasus Dana Hibah (dan Bansos) Sumsel, kasus Dana Hibah KONI Pusat dan kasus Penggadaan Alat Pertanian, di Kementerian Pertanian.

‘Banyak pihak yang harus bertanggung jawab, tapi belum tersentuh, ” ujarnya untuk kesekian kali dituntaskan agar Turst Publik diperoleh.

MANAJER INVESTASI

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak mengatakan para manajer investasi yang diperiksa, guna mencari fakta hukum dalam rangka pengumpulan alat bukti.

“Semua dilakukan untuk membuat terang tindak pidana korupsi,  dalam pengelolaan keuangan dan investasi PT. ASABRI,  ” ujarnya,  Kamis (8/3) malam.

Mereka,  Eddy Kurniawan selaku Dirut PT. Emco Asset Management Tbk. Ini kali ketiga diperiksa, status masih saksi.

Lalu,   E (Dirut PT. Amanah Ventura Syariah), Yusada Adhimukti (Dirut OT. Grahamas Citrawisata),  Ekiawan Primaryanto (Dirut PT. Insight Investment Management).

Serta,  RM selaku Karyawan PT Hanson International, Tbk dan EH selaku Nominee (Karyawan PT Millenium Aset Manajemen).

Sehari sebelumnya, diperiksa MM ( Karyawan Swasta), BI (Direktur PT. Batu Kuda Propertindo), FW (Karyawan PT. Yuanta Sekuritas),  BS (Staf Administrasi PT. Asabri) dan S (Pengelola Apartemen West Vista). (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *