Komisi B DPRD DKI Ingatkan Akuisisi Lahan Pembangunan Depo MRT Fase 2 Sesuai Aturan 

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA:  Anggota Komisi B, DPRD DKI Jakarta, Ismail mengingatkan proyek Mass Rapid Transit (MRT) fase 2 sangat penting dan harus selesai sesuai target yang direncanakan. Proses akuisisi lahan untuk depo di Ancol Barat harus clear and clean agar tidak terulang masalah pengadaan lahan seperti yang dialami oleh PT Pembangunan Sarana Jaya.

Ismail meminta para pihak yang terlibat dalam proses pembangunan MRT Fase 2, memperhatikan aturan yang berlaku dalam proses akuisisi lahan dan integrasi moda transportasi lainnya. Begitu pula dengan konsep integrasinya. Para pihak harus dapat menempatkan MRT fase 2 ini sebagai bagian dari sistem terintegrasi moda transportasi lainnya.

Hal itu disampaikan Ismail pada Rapat Kerja Komisi B DPRD DKI Jakarta dengan Direktur PT MRT Jakarta, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan  PT Transjakarta. “Semua pihak harus punya semangat mendorong kelancaran proyek sebagaimana mestinya,” kata Ismail, di Gedung DPRD DKI Jakarta,  Jumat (9/4). Rapat kerja ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi proses pembangunan MRT fase 2 HI-Ancol Barat.

Kehadiran MRT di samping meningkatkan faktor kenyamanan para pengguna, konsep integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya transportasi. Kehadirannya sudah ditunggu-masyarakat. Untuk itu jangan sampai kasus pengadaan lahan Rumah DP 0 Rupiah terjadi pada akuisisi lahan untuk Depo Ancol Barat. Sebagai diketahui, mantan Dirut PT Pembangunan Sarana Jaya (Yoory Pinontoan)  dicokok KPK atas dugaan penggelembungan dana pengadaan lahan rumah murah di Munjul, Jaktim.

Dirut PT  MRT, William Sabandar, menjelaskan bahwa fase 2 ini terbagi menjadi 2, yaitu fase 2A HI-Kota sepanjang 6,3 km dan fase 2B Kota-Ancol Barat sepanjang 6 km. Dan saat ini progress fisik di fase 2A sudah berjalan sebesar 12,58 persen.

William menyatakan bahwa penetapan Ancol Barat sebagai Depo MRT karena struktur tanahnya solid  disebabkan reklamasinya sudah lebih dari 40 tahun. Di samping itu juga karena di lahan tersebut memungkinkan diterapkan konsep Transit Oriented Development (TOD). Adapun proses akuisisi lahannya, akan mengikuti prosedur sesuai dengan administrasi legal formal yang benar.

Terkait konsep integrasi, Dirut MRT menjelaskan bahwa MRT fase 2 ini akan terintegrasi dengan moda Transjakarta di sepanjang fase tersebut. Begitu pula dengan LRT akan terintegrasi di stasiun Dukuh Atas da n juga terintegrasi dengan commuter line di Stasiun Kota. (joko)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *