Petugas Gabungan Penertiban DKI Jakarta Tutup Bengkel Mobil di Komplek PWR Jatipadang

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS. ID -JAKARTA: Sejumlah petugas gabungan Satpol PP Provinsi DKI Jakarta bersama TNI dan Polri kemaren pagi melakukan penertiban terhadap bengkel Mobil CV. Bengawan Motor di Jalan Taman Marga Satwa Komplek PWR No 45, RT 011/RW05 Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

Kegiatan itu di pimpimpin oleh Kabit PPNS Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Eko Saptono didampingi Henny Yusfida, Kasatpol PP Kecamatan J Sihole, turut hadir Camat Pasar Minggu Arif Wibowo dan Wakil Camat Rodia Reraningrum. Serta kepala seksi Kesra Kecamatan Pasar Minggu Yayu.

Pada bengkel tersebut dipasang stiker
,spanduk yang dipasangkan dipintu masuk dan tembok bertuliskan Pengumuman menutup dan melaranggar Kegiatan Usaha di lokasi tersebut yang di keluarkan atas nama Polisi Pamong Praja yang di tanda tangani oleh Kabit PPNS Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Eko Saptono.

Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Eko Saptono menenjelaskan bahwa penertiban ini di lakukan
atas laporan masyarakat terhadap kegiatan usaha bengkel Mobil yang berada di tengah pemukiman warga dan setelah di telusuri usaha bengkel tersebut telah melanggar Perda nomor 8 tahun 2007, Perda 7 tahun 2010, Perda 1 tahun 2014, Perda 4 tahun 2018,
ST 1 No1072 / -175, ST2 No 1170/- 175, ST 3 No 1215/-1757.

“Kami lakukan penutupan hanya kegiatan usahanya saja, kemudian setelahdilakukan penutupan ini kami minta petugas Satpol PP yang ada di Kecamatan dan Kelurahan untuk mengawasi dan mudah mudaha pemilik bengkel dapat mematuhinya,” kata Eko Saptono.

Menurut Kabit PPNS Satpol DKI Jakarta kegiatan yang dilakukannya ini sudah sesuai dengan Standar Operation Prosedure (SOP), mulai dari surat peringatan pertama, sampai tiga dan Ia mengaku sudah dilakukan parat dengan instansi terkait dengan Citata dan pihak Kecamatan dan Kelurahan.

“Bentuk pelanggarannya adalah melanggar ketertiban umum, sesuai Perda 8 tahun 2007 dan tidak mempunyai UPL dan UKL kemudian tidak mempunyai izin operasional dan melanggar zonasi yang ada,” jelas Eko Saptono.

Sementara itu pemilik bengkel Mobil Hartono alias Gopar hanya bisa pasrah melihat bengkelnya di beri beri spanduk pengumuman penutupan Usahanya itu.

Gopar mengaku dirinya mengontrak lahan kosong itu sudah 2 tahun, tidak ada masalah dengan warga
bahkan kata dia, dirinya suka membantu memperbaiki mobil warga di bengkel miliknya bila ada keserusakan.

“Kami baik baik saja dengan warga disini, bahkan kami pernah membantu warga bila mobilnya rusak, ” tuturnya.

Menurut Gopar sebaiknya dirinya diajak dialog oleh warga bila ada kebisinga supaya bisa di kurangi. Meski demikian dirinya patuh pada peraturan dan Gopar berjanji dalam waktu dekat dirinya akan membongkar bangunan yang ada dilahan tersebut dan akan segera mengurus pencabutan papan pengumuman itu.

“Meski demikian kami tidak enak dengan pemilik tanah, kami datang baik baik, pergipun juga baik,” ujar Gopar.

Penertiban berjalan aman tidak ada perlawanan dari pemilik bengkel dan tidak ada aktivitas di dalam bengkel tersebut, sebagian bangunan mulai dibongkar sendiri. (John A)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *