Direktur Rusmin Apresiasi Kabupaten Purwakarta Percontohan Juru Takar SPBU

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID — JAKARTA: Kabupaten Purwakarta kembali menjadi percontohan penerapan Juru Ukur, Takar dan Timbang atau Juru Takar di Stasiun Pompa Bahan Bakar Minyak Umum. Menyusul inovasi penerapan Juru Timbang, dikenal Ceu Ati atau Cek Ukur Akurasi Timbangan di pasar.

Setelah dibentuknya Juru Timbang di pasar-pasar, Ceu Ati telah meringankan tugas Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dan kini kami mencoba terus mendorong terwujudnya tertib ukur dengan meningkatkan keyakinan kepada masyarakat bahwa transaksi BBM di SPBU seluruh wilayah kabupaten sudah menggunakan alat ukur yang sesuai ketentuan, ujar Bupati Anne Ratna Mustika, didampingi Kepala DKUPP, Karliati Juanda, usai membuka pelatihan pembentukan Juru Takar SPBU, Rabu (28/4).

Pelatihan pembentukan Juru Takar SPBU bekerjasama Hiswana Migas DPC Purwakarta dimaksud, katanya, sebagai pembekalan bagi petugas SPBU melakukan pemeriksaan atas hasil pengukuran/penakaran menggunakan bejana ukur standar secara baik dan benar.

“Kompetensi ini dapat meminimalisir kesalahan pembacaan. Data hasil pengukuran rutin oleh petugas juga dapat direkam dalam sebuah sistem informasi yang bisa dijadikan bahan referensi bagi pengelola SPBU, dan Unit Metrologi Legal, dalam memetakan potensi resiko terhadap kinerja atau performan pompa ukur BBM berdasar data riil,”
Kolaborasi pembentukan Juru Takar ini, sambung Ketua Hiswana Migas setempat, Arry Syafrudin, memperkuat kompetensi petugas SPBU dalam membaca hasil pengukuran secara baik & benar. “Selama ini memang para petugas setiap SPBU sudah melakukan pemeriksaan rutin terhadap hasil pengukuran hasil pompa ukur BBM,” urai Arry.

Ukuran Satu Nusa

Bagi Direktur Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, Rusmin Amin, percontohan penerapan Juru Takar SPBU setelah inovasi Juru Timbang atau Ceu Ati di pasar-pasar menjadi wujud nyata sinergi Kemendag dengan Pemerintahan Daerah dan Swasta.

“Kolaborasi itu mewujudkan Satu Nusa Satu Ukuran di seluruh Indonesia demi meningkatkan tertib ukur sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen,” ujar Direktur Rusmin, didampingi Koordinator Bidang Analisa Kemetrologian, Rifan Ardianto.

“Juga implementasi Peraturan Menteri Perdagangan nomor 90 tahun 2020 tentang Juru Ukur, Takar, dan Timbang.”
Rusmin Amin menjelaskan pembentukan Juru Takar SPBU kelanjutan program Juru Timbang di pasar tradisional dan pasar modern.

“Tujuannya membantu pemerintah dan pemerintah daerah dalam memantau kondisi alat ukur, alat takar, alat timbang dan alat perlengkapannya yang digunakan dalam transaksi perdagangan,” jelas Rusmin.
Sementara Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian, Sri Astuti, mengakui Kemendag segera menyiapkan roadmap pelaksanaan pelatihan Juru Takar SPBU untuk bisa diikuti seluruh Pemda di Indonesia.

“Kurikulum pelatihan Juru Takar di SPBU telah kami persiapkan untuk memenuhi kebutuhan kompetensi yang diharapkan. Para petugas SPBU diharapkan menjadi Juru Takar dapat melakukan pengecekan rutin hasil pengukuran rutin dengan baik dan benar,” ujar Kapus Sri Astuti.

Konsumen tangguh

Di tempat terpisah, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag, Veri Anggrijono, mengapresiasi kinerja Ditmet merangkul Pemda-Pemda da swasta yang berujung terbentuknya konsumen dan pelaku usaha dengan semangat nasionalisme tinggi.

“Kemendag terus berupaya mewujudkan konsumen tangguh dan pelaku usaha bertanggung jawab, salah satunya, melalui program pemberdayaan konsumen untuk membangun semangat perlindungan konsumen seperti diamanatkan UU nomor 8 tahun 1999,” ujar Veri Anggrijono.

Untuk itulah, kata Dirjen Veri, Kemendag terus menggenjot perilaku konsumen Indonesia agar memahami untuk menggunakan hak dan kewajiban dalam menentukan pilihan terbaik demi membangun nasionalisme yang tinggi. (royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *