Hari ke-5 Periksa Kasus IUP Sarolangun, 6 Tersangka Masih Hirup Udara Segar

HEADLINE HUKRIM

 

Salah Satu Tersangka Diperiksa? 

JAKARTANEWS.ID- JAKARTA: Diperiksa maraton,  namun Pejabat PT. Antam HW belum  juga dikenakan status tahanan kasus Jual-Beli Saham IUP Batubara, Sarolangun,  Jambi.

Padahal, Direktur Operasional (dulu, Senior Manager Corporate Strategic Development PT. Antam Tbk) diduga sudah berstatus tersangka bersama 5 tersangka lain, Selasa (8/1/2019).

Pemandangan ini sangat kontras dengan SOP Jiwasraya dan Asabri,  tersangka langsung ditahan usai ditetapkan dan atau diperiksa.

“Sebagai orang luar Kejaksaan. Memang terasa janggal,  tidak seperti SOP Jiwasraya dan Asabri. Apalagi sudah berstatus tersangka,  sejak 2019, ” kata Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman, di Jakarta,  Rabu (28/4) malam.

Namun,  melihat kinerja Jampidsus Ali Mukartono dan jajarannya serta kredebilitas dan integritas, menurut Boyamin bisa jadi ada tekanan atau semacamnya, meski sangat sumir.

Direktur Penyidikan pada Pidsus,  Kejaksaan Agung  Febrie Adriansyah yang dihubungi Jakartanews. Id,  Rabu (28/4) belum memberi jawaban.

“Saya jadi teringat kasus pembobolan Bank Mandiri Solo Jilid II sebesar Rp201  miliar. Dibuka lagi,  Rabu (1/7/2020) periksa pemegang saham PT Central Steel Indonesia.  Lalu tenggelam,  ” ungkap Boyamin dalam kapasitas Pelapor kasus korupsi tersebut.

Pemegang saham dimaksud,  Yulia. Lalu
Novita yang diperiksa, Selasa (30/6) bersama Nadia Kristanto serta Goew Siauw Hung.

Dengan demikian perkara 7 tersangka lain dalam kasus tersebut bakal menjadi Dark Number.

Mereka, Artanta Padmadewa (Eks. Relationship Manager Bank Manditi CBS Solo). Perkara ini harusnya dilimpah bersama Erika Liong dan Hua Ping yang divonis bersalah, 2018.

Atas fakta tersebut, dibuka penyidikan baru, 2018 ditetapkan 6 tersangka baru,  2 Januari 2019 atas nama
MAEP (Eks. Team Leader Bank Mandiri CBS Solo)  dan HA (Eks. Senior Credit Risk Manager RRM VII Semarang-Floor Solo).

Empat lainnya,  pegawai Bank Mandiri selaku Komite Kredit. Terdiri,  ED (CBC Manager Bank Mandiri Solo),  MSHM (PKMK-RRM VII Semarang-Floor Solo),  SBR (GH-Regional Commercial Sales 2) dan  MSP (PKMK-Commercial Risk).

SAKSI

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak mengatakan HW yang kini,  menjabat Direktur Operasional PT. Antam Tbk diperiksa sebagai saksi.

“Pemeriksaan dimaksudkan untuk mencari fakta hukum guna mengumpulkan alat bukti agar tindak pidana menjadi terang,” katanya, di Jakarta, Rabu (28/4).

Namun, dalam keterangan tidak dijelaskan HW dimaksud adalah Senior Manager Corporate Strategic Development saat ditetapkan tersangka, seperti disampaikan Kapuspenkum (saat itu)  Mukri,  Selasa (8/1/2019)?

Dari informasi yang dihimpun,  bisa jadi kalau HW itu sudah tersangka,  kali ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain (saksi mahkota).

Selain HW, Leonard menyebutkan ada dua Mantan dan Pejabat PT. Antam yang diperiksa. Mereka,  DM (Senior Manager Legal) dan LW (Mantan Legal PT. Antam Tbk periode 2003-2018).

Sementara enam tersangka perkara yang merugikan negara sekitar Rp91,5 miliar. adalah HW,lalu Eks Dirut PT. Antam inisial AL, Dirut PT. ICR (anak usaha PT. Antam Tbk) BM  dan ATY (Direktur Operasi PT. Antam).

Dua tersangka lain dari unsur swasta,  yakni MT (Komisaris PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa dan Pemilik PT. RGSR) dan MH (Komisaris PG. Tamarona Mas International).

KASUS POSISI

Kasus berawal saat Dirut PT. ICR bekerjasama dengan PT. Tamarona Mas International (TMI), selaku Kontraktor dan  Komisaris PT. TMI telah menerima penawaran penjualan/pengambil alihan IUP Operasi Produksi (OP) Batubara atas nama PT. TMI seluas 400 Ha,  di Kabupaten Sarolangun,  Jambi.

Areal terbagi dua, terdiri IUP seluas 199 Ha dan IUP seluas 201 ha.

Lalu,  diajukan permohonan persetujuan pengambil alihan IUP seluas 400 ha kepada Komisaris PT. ICR melalui surat No: 190/EXT-PD/XI/2010, 18 November 2010, perihal rencana akuisisi.

Permohonan akuisisi  disetujui, Perihal: Rencana Akuisisi PT. TMI dengan surat No:034/Komisaris/ i/2010, 18 November 2010.

Praktiknya,  justru PT. TMJ mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP Eksplorasi seluas 201 ha kepada PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP), 16 Desember 2010 sesuai surat No:TMI-003-01210. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *