Lahan Seluas 394.662 M2 Milik Bentjok di Kendari, Sultra Disita

HEADLINE HUKRIM

Kerja Kerja Febrie Dkk Buahkan Hasil

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kerja Keras Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah dan Jajarannya memeriksa keluarga besar Benny Tjokrosaputro dan anak usahnya membuahkan hasil. 

Kali ini,  Tim Penyidik Asabri sita 30 bidang tanah beserta Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT. Andalan Tekhno Korindo yang terafiliasi dengan Tersangka Bentjok alias Benny.

Lahan tersebut seluas 394.662 M2,  di Desa Puwatu dan Desa Watulondo Kabupaten/Kota Kendari.

“Status  Sertifikat HGB tersebut telah diblokir oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Kota Kendari, ” kata Leonard EE. Sumanjuntak,  Kapuspenkum, di Jakarta,  Kamis (29/4) malam.

Menurut Leonard,penyitaan 30  bidang tanah telah mendapatkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kendari Nomor: 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN Kdi tanggal 27 April 2021.

Terhadap aset  yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Semua nantinya, diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya, ” pungkas Leonard.

Temuan ini menambah daftar panjang aset lahan Bentjok yang telah disita, mulai dari Banten,  Bogor hingga Pontianak (Kalbar),  Batam (Kepri) dan Kendari (Sultra).

Bahkan,  sejumlah lahan telah digunakan anak usaha PT Hanson International,  yang telah dipaitkan Agustus 2020 oleh Pengadilan Niaga,  di PN. Jakarta Pusat, membangun perumahan.

Anak usahanya,  antara lain PT. Harvest Time dan PT. Mandiri Mega Jaya.

Dari sejumlah aset yang disita dari 9 tersangka Skandal Asabri ditaksir baru senilai Rp10, 5 triliun atau 40 persen dari jumlah keruguan negara Rp23,7 triliun.

BURU ASET.

Dalam upaya pengembalian kerugian negara,  Kejaksaan Agung terus buru aset para tersangka,  baik dalam bentuk Bitcoin dan sejenisnya hingga melacak rekening mereka di manca negara.

Salah satunya, memeriksa lagi Direktur PF. Mandiri Mega Jaya inisial AT,  yang pernah diperiksa Selasa (13/4) lalu.

Sejauh ini,  belum diketahui aset lahan dimana saja sudah dikantongi dari pemeriksaan AT.

Bersamanya,  diperiksa RH ( Head Securities Services PT. Bank Maybank Indonesia juga terkait dengan aset Bentjok.

Hal serupa dilakukan pula terhadap JCT (Dirut PT. Bravo Target Selaras) dan AI (Kacab Bank Common Wealth Cabang Kelapa Gading

Terakhir,  Fahyudi Djaniatmadja (Dirut PT. Millenium Capital), tapi diperiksa terkait penghitungan kerugian keuangan negara yang sedang dilaksanakan oleh Tim Auditor BPK.

WANAARTHA LIFE

Sehari sebelumnya,  Rabu (28/4) diperiksa DH (Direktur Keuangan dan Investasi PT Wanaartha Life) dan BH (Kepala Grup Hukum BNI).

Jauh sebelum ini,  Direktur Artha Sekuritas Suparno Sulina pernah diperisa dalam kasus Jiwasraya dan penyidikan umum Jiwasraya,  yang mengacu kepada Sprindik,  27 Desember 2019.

Juga,  Wapres Komisaris PT. Wanaartha Life Manfred Pietruschk,  2009 – 2010 dan Dirut PT. Wanaartha Life Danil Halim,  Senin (19/10/2020) dalam kasus Jiwasraya.

Belum diketahui hasil pemeriksaan,  tapi dari informasi yang diperoleh terkait perburuan aset 9 tersangka Skandal Asabri.  (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *