Deklarasi Partai Ummat, Jamiluddin Ritonga: Amien Rais Lebih Baik dari Moeldoko

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kader Partai Demokrat menjadikan kehadiran Partai Ummat sebagai momentum untuk menyindir Moeldoko. Mantan Panglima TNI dan Kepala Staf Presiden (KSP) ini dinilai kalah hebat dengan Amien Rais.

Amien Rais yang sudah sepuh saja dinilai masih mampu mendirikan partai, sementara Moeldoko yang dinilai punya jabatan strategis dianggap hanya mampu membegal partai orang dan gagal lagi.

Demikian diungkapkan Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga kepada Jakartanews.id, Sabtu (1/5/2021).

Menurut Jamiluddin, pujian terhadap Amien Rais itu tampaknya tidak berlebihan, sebab, Amien Rais sebagai tokoh reformasi tentu memahami betul prinsip-prinsip berdemokrasi. “Ketika kalah dalam kongres dan sudah tidak sejalan lagi dengan PAN, maka Amien Rais tidak menggangu partai yang dulu didirikannya,” katanya.

Jamiluddin menerangkan, Amien Rais lebih memilih mendirikan partai baru yang diyakininya dapat mewujudkan idealismenya. “Amien Rais tidak mengobrok-obok PAN, apalagi menghujatnya kesana kemari. Dia biarkan PAN berjalan dengan idealisme yang diyakini Zulkifli Hasan,” ujar Dosen Metodologi Penelitian Komunikasi Universitas Esa Unggul, Jakarta ini.

Jadi, Jamiluddin berpendapat, dengan mendirikan Partai Ummat, Amien Rais ingin bersaing secara terbuka dan demokratis pada pileg 2024. “Cara ini mencerminkan Amien Rais memang demokrat tulen,” ungkapnya.

Jamiluddin menyatakan, berbeda halnya dengan Moeldoko yang hanya mau memimpin partai dengan cara instan. “Cara manipulatif sebagaimana dipertontonkan di Deli Serdang, tentu sangat barbar, yang sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi,” tegas Penulis Buku Perang Bush Memburu Osama ini.

Karena itu, lanjut Jamiluddin, wajar kiranya kalau Moeldoko kemudian mendapat penilaian negatif dari pihak-pihak yang pro demokrasi. “Mengambil partai orang lain dengan cara-cara tersebut tentu bertentangan dengan prinsip demokrasi,” jelasnya.

Karena Indonesia menganut demokrasi, tutur Jamiluddin, wajarlah kalau pujian dilayangkan kepada Amien Rais. “Sementara kritikan dan sindiran dengan sendirinya dinilai normal ditujukan kepada Moeldoko,” tukas Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini.

Lebih lanjut, mantan Evaluator Harian Umum Suara Pembaruan ini menambahkan, kader demokrat tentu akan selalu mengambil momentum untuk menyerang Moeldoko. “Berdirinya Partai Ummat, yang diinisiasi Amien Rais yang sudah sepuh, memang momentum yang tepat untuk itu,” tutup Jamiluddin Ritonga. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *