Dirjen Veri Dorong Konsumen Pulihkan Ekonomi dari Pandemi Covid19

EKBIS HEADLINE

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono, mengisyaratkan pentingnya melindungi konsumen yang berbelanja secara online di tengah upaya pemerintah mendorong konsumsi masyarakat guna memulihkan perekonomian nasional dari dampak pandemi Covid 19.

“Konsumsi masyarakat menjadi salah satu komponen substansial dalam komponen Produk Domestik Bruto. Karenanya penting bagi konsumen untuk mendapatkan perlindungan & dukungan penuh dari platform perdagangan elektronik sehingga aman, nyaman, dan lebih percaya diri dalam bertransaksi,” ujar Veri Anggrijono kepada media, Sabtu (1/5).
Karena itulah, menurut Dirjen Veri, upaya Kemendag melakukan berbagai cara agar konsumen Indonesia berdaya dengan terus menyosialisasikan hak & konsumen yang mendorong pelaku usaha menjadi bertanggungjawab terhadap produk yang dijual.
“Kemendag juga bekerjasama dengan Facebook untuk mensosialisasikan hak & kewajiban beserta aturan hukumnya melalui kampanye #AmanBelanjaOnline, yang berlangsung hingga Juli 2021 dalam rangkaian Harkonas 2021,” urai Veri, yang bersafari ke daerah-daerah termasuk narasumber TVRI Kalimantan Timur, pekan ini.

Indeks Konsumen

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan komponen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ditopang paling besar dari konsumsi yang pada tahun ini mencapai 58,9%, atau menguat 2,03% dari tahun lalu yang mencapai 57.93%.
Kondisi itu kurang ditopang keberdayaan konsumen terkait hak & kewajiban, sebagaimana amanat UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hasil survei Kemendag pada 34 provinsi tahun ini menunjukkan Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia pada level 49,07 atau Level Mampu.
“Selama lima tahun terakhir, IKK nasional terus meningkat dan terus dioptimalkan sampai Level Berdaya. Sekarang ini sudah memasuki Level Mampu,” jelas Dirjen Veri. Level Mampu berarti sudah mengenali haknya, menentukan pilihan terbaik, termasuk menggunakan produk dalam negeri, namun belum aktif memperjuangkan haknya.
Untuk diketahui, Indeks keberdayaan konsumen merupakan parameter yang menunjukkan tingkat keberanian masyarakat suatu negara sebagai konsumen apabila tidak puas dengan produk dan layanan atau merasa dirugikan dalam suatu aktivitas perdagangan. IKK terdiri atas lima kategori, yakni sadar, paham, mampu, kritis dan berdaya.
“Beriringan dengan itu, Kemendag juga mendorong pelaku usaha bertanggung jawab sehingga meminimalisir sengketa transaksi dagang. Semua itu diharapkan mampu membangkitkan perekonomian nasional,” tutup Veri Anggrijono. (royke)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *