Baru Dideklarasikan, Jamiluddin Ritonga: Partai Ummat Berpeluang Ungguli PAN

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kehadiran Partai Ummat patut disambut hangat. Partai yang diarsiteki Amien Rais berpeluang lolos ke Senayan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Kehadiran Partai Ummat memang memberi harapan bagi pendukungnya. Partai ini belum dideklarasikan saja elektabilitasnya sudah muncul di beberapa lembaga survei.

Berbeda halnya dengan PAN, hasil survei beberapa lembaga survei pada tahun 2021 ini justru menunjukkan elektabilitasnya terus menurun.

Demikian disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga kepada para awak media, Minggu (2/5/2021).

Jamiluddin menyebut, ada kemungkinan turunnya elektabilitas PAN disebabkan pendukungnya banyak yang menyeberang ke Partai Ummat. “Kemungkinan pendukung yang nyeberang itu dari kader Muhammadiyah,” katanya.

Suka tidak suka, lanjut Jamiluddin, eksistensi PAN selama ini karena mendapat dukungan dari kader Muhammadiyah. “Dengan kehadiran Partai Ummat, dikhawatirkan kader Muhammadiyah meninggalkan PAN,” ujar Dosen Metodologi Penelitian Komunikasi Universitas Esa Unggul, Jakarta 1996-1999 ini.

Menurut Jamiluddin Ritonga, penyebab hal tersebut sebenarnya sederhana, di mana kader Muhammadiyah lebih menokohkan dan mengidolakan Amien Rais daripada Zulkifli Hasan (Zulhas) yang sekarang menjadi Ketua Umum PAN. “Karena itu, logis kiranya kalau nantinya kader Muhammadiyah berduyun-duyun ke Partai Ummat,” ungkapnya.

Kalau itu terjadi, sambung Jamiluddin, tentu peluang Partai Ummat masuk Senayan akan semakin besar. “Sebab, kader Muhammdiyah jumlahnya cukup signifikan untuk mengantar Partai Ummat ke Senayan,” jelas Penulis Buku Riset Kehumasan ini.

Jamiluddin menilai, hal itu tentu akan membahayakan PAN pada tahun 2024 bila tetap mengandalkan basis suara dari Muhammadiyah. “Dikhawatirkan PAN akan terdepak dari Senayan,” tuturnya.

Agar hal itu tidak terjadi, tambah Dekan Fikom IISIP, Jakarta 1996-1999 ini, PAN sebaiknya memperluas basis pemilihnya di luar kader Muhammadiyah. “Waktu untuk itu masih cukup. Masalahnya apakah Zulkifli Hasan cukup mampu melebarkan basis suaranya hingga tahun 2014 ? Tentu hanya kader PAN yang bisa menjawabnya,” pungkas Jamiluddin Ritonga. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *