Pagi Ini, Mantan Gubernur Sumsel Diperiksa Kasus PD. PDE

HEADLINE HUKRIM

Bakal Lolos Seperti Kasus Dana Hibah? 

JAKARTANEWS.ID- JAKARTA: Lolos dari kasus Dana Hibah (dan Bansos)  Sumsel, Eks. Gubernur Sumsel Alex Noerdin bakal dijerat kasus Pembelian Gas Bumi oleh PD. PDE Sumsel ?

Namun, bagaimana nasib Alex ditentukan hasil pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung,  di Gedung Bundar,  besok (Senin, 3/5/2021).

“Dia diperiksa terkait kasus (Pembelian Gas Bumi) PD. PDE, besok,” kata Febrie Adriansyah,  Direktur Penyidikan saat dihubungi, Minggu (2/5) malam.

Doktor Hukum dari Paska Sarjana Unair,  Surabaya enggan berspekulasi tentang pemeriksaan dan tindak lanjut hukum terhadap Alex Noerdin.

“Kita fokus pada pemeriksaan besok,” ucapnya diplomatis.

Gedung Bundar bukan tempat asing bagi Alex,  sebab dia sudah dua kali diperiksa, tapi terkait kasus Dana Hibah Sumsel.

Pertama, 2016 diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Laonma Tobing Dkk kasus Dana Hibah Jilid I. Kedua, 2108 terkait kasus Dana Hibah Jilid II.

Kasus ini pertama kali disidik oleh Kejati Sumsel,  2019 hingga kemudian diambil alih oleh Kejagung,  2020.

Puluhan saksi sudah diperiksa, termasuk Wakli Gubernur Sumsel Ishak Mekki dan bahkan Eks.  Dirut PD. PDE Caca Isa Saleh sampai 3 kali diperiksa.

Terakhir,  Senin (12/4) diperiksa JN selaku Chairman of The Boars SASec Indonesia.

MULYA TIARA MANDIRI

Saat masih disidik oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Sumsel, satu dari 7 perusahaan yang menerima Fee hasil penjualan gas oleh PD. PDE telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp652 juta.

Perusahaan dimaksud,  PT.  Mulya Tara Mandiri. Penyerahan dilakukan,  Senin (30/11/2020).  Total penerima Fee dengan membuat tagihan fiktif dari 7 perusahaan sebanyak Rp66 miliar.

Selama periode 2009-2019, PDPDE membukukan hasil penjualan Rp5 triliun, tapi dari penjualan itu  Pemprov Sumsel hanya menerima Rp29 miliar.

Kasus  berawal  perjanjian jual beli gas bagian negara antara KKS Pertamina Hulu Energi (PHE), Talisman dan Pacific Oil dengan Pemprov Sumsel.

Hak jual ini adalah Participacing Interest PHE 50 persen, Talisman 25 persen, dan Pacific Oil 25 persen yang diberikan dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Pemprov Sumsel.

Praktiknya, bukan Pemprov Sumsel yang menikmati hasilnya, tapi PT. PDPDE Gas (Rekanan) yang diduga menerima keuntungan yang fantastis. selama 2011-2019.

PD. PDE Sumsel selaku wakil Pemprov Sumsel hanya menerima total pendapatan kurang lebih Rp38 miliar dan dipotong utang saham Rp8 miliar. Bersihnya kurang lebih Rp30 miliar selama 9 tahun.

Diduga selama 8 tahun, pendapatan kotor sekitar Rp977 miliar. Dipotong biaya operasional, bersihnya kurang lebih Rp711 miliar. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *