Pengamat Hukum Usakti Radian Syam Ungkapkan Rumus Bela Negara Kepada Milenial

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Pengamat Hukum Universitas Trisakti, Radian Syam berpendapat  ada rumus jitu ‘bela negara’  yang sangat penting bagi kaum milenial. Hal itu disampaikan pada kegiatan Webinar Bela Negara yang diikuti kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. 

Menurutnya rumus tersebut adalah S1 + BI + 4 Pilar = Bela Negara.  “Yang dimaksud dengan S1 adalah Sejarah, ditambah BI yaitu Bahasa Indonesia dan Empat Pilar yakni Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Radian Syam, Minggu (2/5). Jika tiap individu berpedoman dan menerapkan rumus ini,  maka dengan sendirinya memiliki rasa Bela Negara yang baik.

Dalam hal itu, Radian menyebutkan banyak cara dalam mengkonsolidasikan kekuatan ilmu yang ada terlebih mengamalkan rumus bela negara tersebut, yakni dengan cara memanfaatkan era digital secara utuh dengan sebuah tanggung jawab yang didasari oleh norma etika. “Saat ini yang terpenting bagi kaum milenial bukan hanya mengetahui teknologi digital tapi juga harus menjalankan rumus bela negara tersebut dengan rasa cinta Tanah Air,” jelasnya.

Menurutnya dengan bela negara, akan mampu menghilangkan hoaks dan menghilangkan rasa egoisme pribadi. Dengan demikian, apa yang dicita-citakan oleh para pendiri negara termasuk dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dapat terwujud sehingga bangsa ini siap menuju Indonesia Emas.
“Bela negara bukan hanya semata-mata angkat senjata,” ujar Radian pada kegiatan webinar  dengan tema ‘Membangun Peran dan Kesadaran Bela Negara Generasi Milenial’ yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Trikrama Husada Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran  DR. dr. Raditya Wratsangka Sp.OG(K) dan Wakil Dekan Bidang 3 dr. Tubagus Ferdi Fadilah, M.Kes Sp.A. Pada penutup webinar Radian mengutip apa pesan dari salah satu proklamator Indonesia  Bung Hatta. “Jatuh bangunnya negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain hormat terhadap bangsa ini bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa merusak dan mencuri kekayaan ibu pertiwi,” katanya.
Radian juga menegaskan bahwa negara dan politik merupakan satu tarikan nafas dengan agama, satu roh yang tidak dapat dipisahkan. (joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *