Sekda DKI Marullah Tegaskan Kepada Pengunjung Pasar Tak Pakai Masker Diusir

HEADLINE MEGAPOLITAN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Makin dekat hari raya Lebaran, makin banyak pula orang keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan. Salah satunya contohnya menyebabkan beberapa pusat perbelanjaan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat  pengunjungnya membludak sehingga rawan terjadi penularan Covid-19. 

Untuk menghindari terjadinya klaster pandemi di pusat perbelanjaan,  Pemprov DKI Jakarta mengumpulkan semua kepala Perumda Pasar Jaya. Mereka ditugaskan untuk mengingatkan para pengelola pasar lebih mengetatkan pengawasan, sehingga laju kasus aktif Covid-19 bisa dikendalikan secara sistematis. “Saya meminta BP BUMD DKI Jakarta untuk mengintruksikan Perumda Pasar Jaya, agar aktivitas roda perekonomian tetap berjalan di setiap pasar namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” ujar Sekda DKI Jakarta Marullah Matali,  Senin (3/5).

Pemerintah  akan terus mengantisipasi segala potensi terjadinya lonjakan kasus aktif, seperti kegiatan di setiap pasar menjelang Lebaran Idul Fitri. “Mulai hari ini hingga pasca Lebaran, kita akan menempatkan satgas Covid-19 untuk mengatur pengunjung dan menertibkan pelanggar protokol kesehatan. Intinya, setiap pengunjung dilarang memasuki area pasar jika tidak mengenakan masker. Pengunjung yang tidak pakai masker agar diusir,” ujar Sekda Marullah.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan pihaknya akan melakukan evaluasi pengawasan, serta mengatur kembali berbagai langkah dalam menertibkan pengunjung di setiap pasar, khususnya Pasar Tanah Abang.

“Kita akan bergerak cepat, dan tidak ada tawar-menawar terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Kita tegaskan bahwa tidak ada pelarangan untuk berbelanja di pasar. Kita hanya akan mengatur kembali skema pengawasan, agar tidak terjadinya kerumunan yang berpotensi menciptakan klaster baru di area pasar,” Arief Nasrudin.

Ia juga menegaskan akan mengatur teknis pengawasan terkait jumlah petugas yang akan ditempatkan di setiap pasar. Hal ini dilakukan supaya tidak ada celah dan peluang terjadinya pelanggar protokol kesehatan, karena DKI Jakarta sedang berjuang menekan angka penyebaran Covid-19 tersebut. “Kita menegaskan bahwa ‘zero tolerance’ bagi pedagang dan pengunjung yang melanggar aturan prokes saat memasuki pasar. Ini tidak hanya di Tanah Abang, tapi di seluruh pasar akan kita tindak bagi yang melanggar,” pungkas Arief Nasrudin. (joko)

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *