Kasus Keracunan Tewaskan Warga Bantul, Sultan Najamudin Minta Pengawasan Bahan Kimia Berbahaya Ditingkatkan.

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kasus kematian Naba Faiz Prasetya (10) putra Bandiman pengemudi ojek online warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (25/4/2021) menyita perhatian publik.

Begitupun dengan Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin. Melalui keterangan resminya pada Selasa (4/5/2021) dirinya menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

“Saya turut prihatin atas musibah yang terjadi. Agar tak terulang lagi kasus yang sama, ke depan pemerintah harus memperketat peredaran zat-zat kimia yang terlarang dan membahayakan nyawa manusia,” ujar Sultan.

Senator muda tersebut juga menambahkan, bagaimana bisa zat kimia jenis Kalium sianida (KCN) atau potasium sianida yang ditemukan dalam kasus sate beracun di Bantul dapat mudah didapatkan masyarakat.

“Dalam keterangannya si pelaku mendapatkan zat tersebut melalui pemesanan lewat toko online. Tidak boleh lagi hal serupa terjadi, maka pengawasan dari pemerintah daerah bersama pihak aparat penegak hukum harus memastikan zat berbahaya tidak boleh beredar luas dan mudah diakses publik,” tegas Sultan.

Selain itu, Sultan juga berharap, penjual zat beracun tersebut beserta jaringannya harus dapat segera dibekuk, dan peringatan juga kepada pelaku jasa pengiriman online untuk tidak boleh mengambil orderan diluar aplikasi.

“Kita apresiasi gerak cepat dari Kepolisian yang menangkap pelaku. Akan tetapi saya meminta juga aparat agar dapat membongkar jaringan pengedar zat berbahaya di situs-situs online. Selanjutnya harus ada tracing di seluruh aplikasi online terhadap barang-barang atau produk yang dipasarkan. Dan kedepan Kepolisian harus bekerja sama dengan penyedia aplikasi untuk mencegah transaksi yang dilarang,” papar Sultan.

Sultan menyampaikan, hal ini sesuai dengan Permendag No 75/MDag/Per/10/2014 mengenai pengawasan pendistribusian bahan berbahaya.

“Permendag itu juga mengatur soal distribusi dan penjualan sianida. Di dalamnya, mencakup pengaturan atau tata cara penjualan melalui distributor maupun pengecer,” terang mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini.

Berdasarkan catatan Disperindag, tambah senator asal Dapil Bengkulu ini, selama ini kalium sianida jarang masuk daftar permohonan untuk dipasarkan.

“Tangkap dan usut tuntas setiap pihak yang terlibat dalam kasus ini dan untuk pelaku saya meminta dihukum seberat-beratnya,” tutup Sultan Najamudin. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *