Kembali, Eks Direktur Pengembangan Investasi BPJS TK Dicecar Kejagung

HEADLINE HUKRIM

PT. SAM Terus ‘Diobok-obok’ ?

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Kembali,  Mantan Direktur Pengembangan Investasi BPJS Tenaga Kerja (TK)  Amran Nasution diperiksa Skandal BPJS. 

Tetapi, lagi-lagi kembali statusnya tidak berubah usai diperiksa maraton,  di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung,  Senin (3/5).

Pemeriksaan dilakukan,  setelah Jumat (30/4) diperiksa 3 Pengurus PT. Samuel Asset Management (SAM) , terdiri Agus Basuki Yanuar (Dirut) , BB (Ketua Komite Investasi)  dan AR (Anggota Tim Investasi).

Diduga,  Amran dikonfrontir dengan keterangan Manajer Investasi dari PT. SAM.

Jauh sebelumnya, Selasa (23/2)  Kejagung memeriksa Dirut PT. Samuel Sekuritas Widjana Wirharjanto Juga juga Direktur PT. Samuel Sekuritas Kelvin Long. Mereka seolah ‘Customer’ Gedung Bundar.

“Kami yakin tim penyidik sudah kantongi alat bukti untuk tetapkan tersangka,   ” kata Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman yang juga Pelapor Skandal BPJS TK, Selasa (4/5).

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjumtak mengatakan pemeriksaan AN guna mencari fakta hukum untuk pengumpulan alat bukti.

“Semua dimaksudkan agar kasus pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS TK terang benderang,” ujarnya,  Senin (3/5) malam.

Sesuai ketentuan perundangan,  maka tim penyidik seterusnya menentukan tersangka.

BERULANG

Jauh sebelumnya,  bersama Jajaran Direksi BPJS TK,  terdiri Dirut Agus Susanto,  M. Krisna Syarif dan Evi Afiatin telah diperiksa sampai dua kali lebih.

Bersamaan dengan itu,  turut diperiksa Fajar Rachman Hidajat (Dirut PT. Syailendra Capital), lalu,  Irwanti ((Direktur PT. Shroder Investment), Rabu (17/2) dan   Presdir-nya Michael T. Tjoajadi.

“Tim masih mengumpulkan alat bukti. Kami yakin ada tindak pidana,  sebab tidak ada perusahaan sejenis bisa merugi Rp20 triliun sampai 3 tahun berturut-turut, ” tutur Direktur Penyidikan Febrie Adriansyah,  Kamis (25/3) malam. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *