Lagi, Dirut PT. Anugerah Sekuritas Diperiksa Asabri, Status Masih Saksi

HEADLINE HUKRIM

Berkas 9 Tersangka Limpah Tahap I

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Untuk kedua kali berturut-turut, M. Ali Yusuf,  Dirut PT. Anugerah Sekuritas diperiksa Skandal Asabri, yang merugikan negara sekitar Rp23, 7 triliun. 

Namun,  untuk kedua kali pula usai diperiksa,  di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung status M. Ali Yusuf tidak berubah masih sebagai saksi.

Dari informasi yang diperoleh,  Kejagung tengah mempertimbangkan untuk mentersangkakan korporasi (manajer investasi) dalam rangka memaksimalkan pengembalian kerugian negara.

Tetapi upaya tersebut dilakukan pada Skandal Asabri Jilid II. Mengingat, 9 tersangka Skandal Asabri Jilid I,  Jumat (30/4) sudah dillakukan pelimpahan tahap satu ke Penuntutan.

Langkah mentersangkakan korporasi  bukan hal baru,  sebab dalam Skandal Jiwasraya  13 korporasi dijadikan  tersangka.

FAKTA HUKUM

Leonard EE. Simanjuntak,Kapuspenkum mengatakan pemeriksaan Dirut PT. Anugerah Sekuritas dilakukan dalam kapasitas sebagai saksi.

“Pemeriksaan dimaksudkan guna mencari fakta hukum guna pengumpulan alat bukti,  ” katanya,  di Jakarta,  Senin (3/5).

Tetapi,  tidak dijelaskan alasan M. Ali Yusuf diperiksa sampai dua kali berturut-turut.

Pada bagian lain,  tim penyidik memeriksa R selaku  General Manager (GM) Finance PT. Hanson International dan AA (Head Compliance PT. MNC Sekuritas).

Pada Jumat (30/4) selain M. Ali Yusuf juga diperiksa LVH selaku Nominee (pinjama nama) dan Aris Munandar (Direktur PT. Alfa Energi  Investama).

Pemeriksaan ketiga saksi terkait broker PT. Asabri dan transaksi PT. Asabri yang menggunakan trade id dari broker tersebut.

LIMPAH TAHAP I

Sebelumnya,  Jumat (30/4) telah dilakukan pelimpahan tahap I berkas perkara 9 tersangka Skandal Asabri ke Tim Jaksa Peneliti pada Direktorat Penuntutan, Pidsus,  Kejagung.

Mereka,  terdiri Adam R. Damiri (Dirut PT. ASABRI tahun 2011 – Maret 2016), Sonny Widjaja (Dirut PT. ASABRI  Maret 2016 -Juli 2020).

Lalu,  Bachtiar Effendi (Mantan Direktur Keuangan PT. ASABRI Oktober 2008-Juni 2014), Hari Setianto (Direktur PT. ASABRI 2013 -2014 dan 2015- 2019).

Kemudian,  Ilham W. Siregar (Kadiv Investasi PT. ASABRI Juli 2012 -Januari 2017), Lukman Purnomosidi (Dirut PT. Prima Jaringan) dan Benny Tjokrosaputro (Dirut  PT. Hanson Internasional).

Serta,  Heru Hidayat (Komut PT. Trada Alam Minera dan Direktur PT. Maxima Integra) dan JS (Direktur Jakarta Emiten Investor Relation).

Menurut Leonard,  Tim Jaksa Peneliti (Jaksa P.16) akan meneliti kelengkapan 9 berkas perkara tersebut, baik kelengkapan syarat formal maupun syarat materiil dalam jangka waktu 14 hari.

“Dalam hal,  Jaksa Peneliti/Penuntut Umum berpendapat hasil penyidikan masih kurang lengkap, Jaksa Peneliti/Penuntut Umum akan mengembalikan Berkas Perkara disertai petunjuk untuk dilengkapi, ” terangnya. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *