Selain Kasus PD.PDE, Dirdik: Alex Noerdin Diperiksa Kasus Masjid Sriwijaya

HEADLINE HUKRIM

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Direktur Penyidikan (Dirdik) Dr. Febrie Adriansyah, SH,  MH tegaskan Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin diperiksa dalam kasus PD. PDE Sumsel.  

Sekaligus, mantan orang nomor satu di Sumsel diperiksa terkait Pembangunan Masjid Sriwijaya

“Jadi, terhadap yang bersangkutan diperiksa untuk dua perkara,  ” kata Febrie saat dihubungi,  Selasa (4/5) pagi. Sebelum ini,  sempat diberitakan Alex Noerdin diperiksa, di Gedung Bundar,  Kejaksaan Agung,  Senin (3/5) soal Pembangunan Masjid Sriwijaya. Dia diperiksa sejak pukul 09. 00 – 11. 00 WIB.

Sampai kini, belum diketahui  informasi pemeriksaan kasus PD. PDE ‘terabaikan’.  Padahal,  kasus korupsi ini dugaan kerugian negara hingga ratusan miliar.

Peran Alex dalam kasus pembeian gas bumi oleh PD. PDE juga diduga sangat siqnifikan dalam kapasitas Gubernur Sumsel 2008 -2018.

Bahkan, adiknya Jose Noerdin telah diperiksa,  Senin (12/4) selaku  Chairman of The Board SASec Indonesia. Selain Mantan Dirut PD. PDE Caca Isa Saleh.

MASJID

Terkait pembangunan masjid ini kedudukan Alex adalah sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Sriwijaya. Sementara Ketua Yayasan Jimly Asshiddiqie yang juga Ketua ICMI.

Kasus ini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel. Karena kesibukan sebagai Anggota DPR, maka pemeriksaan dilakukan,  di Kejaksaan Agung.

Kejati  Sumsel telah menetapkan 4 tersangka,terdiri Eks. Ketua Pembangunan Masjid Sriwijaya Edi Hermanto,  KSO (Kerjasama Operasi)  PT. Brantas Abipraya Ir. Dwi Kriyana, Kadiv Pelaksanaan Lelang Syarifudin dan Kuasa KSO Abipraya-PT. Yodya Karya Yudi Wahyoni.

Masjid yang berdiri di areal Pemprov Sumsel seluas 9 hektar dibangun,  2009. Pembangunan ini telah menyerap dana hibah yang bersumber dari APBD Sumsel 2015- 2017 sebesar Rp130 miliar.

Biaya pembangunan masjid adalah sebesar Rp668 miliar.

Praktiknya, baru dibangun pondasi dan mangkrak alias terbengkalai.

Kasus ini mengingatkan kasus Dana Hibah (dan Bansos) Sumsel Jilid II,  yang sejak diterbitkan Sprindik oleh Direktur Penyidikan (saat itu)  Warih Sadono,  15 Mei 2017 sampai kini mangkrak.

Mesku, Jampidsus Ali Mukartono sudah mengatakan konstruksi hukum berantakan dan para saksi akan diperiksa ulang, pertengahan 2020, tapi hingga kini belum tersentuh. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *