PKS Tolak Rencana Pemerintah Hapus BBM Jenis Premium Pada Tahun Depan

HEADLINE PARLEMEN

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menolak rencana pemerintah menghapus BBM jenis premium di seluruh Pulau Jawa, Madura dan Bali, mulai Januari 2022.

Menurut Mulyanto, keputusan tersebut akan menambah beban hidup mwsyarakat di saat pandemi belum berakhir seperti sekarang.

“Kalau premium dihapus maka yang tersisa hanya BBM berharga lebih mahal. Biaya transportasi naik. Ujung-ujungnya semua barang yang diangkut menggunakan transportasi juga naik,” jelas Mulyanto kapada para awak media, Kamis (3/6/2021).

Mulyanto meminta pemerintah mencari solusi alternatif yang lebih elegan agar tujuan menjaga kelestarian lingkungan hidup tercapai namun beban hidup masyarakat tidak bertambah.

“Saat ini daya beli masyarakat sedang lemah karena terdampak pandemi Covid-19. Tahun 2022 belum tentu terjadi pemulihan daya beli masyarakat tersebut,” ujar Mulyanto.

Mulyanto menegaskan dirinya bukan anti BBM ramah lingkungan, melainkan hanya meminta pemerintah memikirkan solusi alternatif bagi masyarakat bila ingin menghapus premium.

“Pemerintah harus memiliki rencana buffering dan mitigasinya. Kalau Premium dihapus apa alternatif BBM murah untuk masyarakat?,” tanya Mulyanto.

Mulyanto mempertanyakan apakah kompensasi atas penugasan Pertamina untuk Premium ini dialihkan ke BBM yang tersisa, sehingga harganya bisa sama dengan harga premium?

“Kalau itu dapat dilakukan mungkin tidak akan ada penentangan dari masyarakat,” ungkap Ketua F-PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Kendati demikian, legislator asal Dapil Banten 3 ini menyarankan, pemerintah mengkaji ulang rencana penghapusan tersebut.

“Jadi, betul-betul harus dikaji terkait kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemi ini. Apakah sudah tepat waktunya menghapus Premium tersebut,” tandas Mulyanto.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) bakal dipangkas. Pengurangan kuota tersebut baru akan dilakukan pada pada tahun 2022 di tengah wacana penghapusan BBM Premium .

Menteri Arifin menuturkan, untuk premium akan dikurangi karena menghasilkan emisi yang merusak lingkungan. Sebagai gantinya, pemerintah akan mengganti dengan pertalite yang lebih ramah lingkungan di wilayah Jamali. Sementara untuk di luar Jamali masih akan tetap dilakukan suplai premium. (Daniel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *