Dua Tersangka Lain Kasus DPU Tebo, Jambi Dimana?  

HEADLINE HUKRIM

Dua Buronan Kasus DPU Tebo Ditangkap

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Nyaris dua bulan buron,  akhirnya dua terpidana kasus DPU Tebo,  Jambi berhasil diringkus oleh Tim Gabungan Kejaksaan dalam dua hari berturut-turut, di dua tempat terpisah. 

Penangkapan ini sekaligus menghapus mimpi mereka untuk tidak menjalani masa tua di penjara.

Sekaligus “warning” bagi aparat penegak hukum untuk tidak sekali-kali,  tidak menahan tersangka kasus korupsi, mulai tahap penyidikan,  penuntutan dan persidangan.

Kedua orang yang ditangkap ini adalah bagian dari 5 tersangka yang tidak ditahan, sejak 2015.

“Sebuah pelajaran mahal. Sekaligus Warning agar tersangka korupsi ditahan di setiap tingkatan, kecuali sakit dan pertimbangan lain,” tukas Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman, di Jakarta, Kamis (10/6).

Satu tersangka lagi atas nama Joko Pariadi (Kabid Bina Marga DPU Tebo) telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jambi,  Rabu (25/11/2015).

Bahkan, berkas perkara 5 tersangka baru dilimpahkan tahap dua ke Kejari Jambi, Oktober 2020 setelah Mangkrak 5 tahun di Gedung Bundar.

Sampai kini, tidak dijelaskan alasan berkas perkara baru 5 tahun dilimpahkan yang kemudian dua tersangka (kini, terpidana) buron,  sejak Putusan Pengadilan Tinggi Jambi, 16 April 2021.

Juga,  belum diketahui apakah sudah dijatuhkan sanksi terhadap para pihak yang menghambat penyelesaian perkara.

Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas)  Amir Yanto, Rabu (18/11/2020) mengatakan perkara mangkrak, seperti kasus DPU Tebo masuk teknis penanganan perkafa dan masih ranah Jampidsus.

“Baru, bila ada indikasi pelanggaran kode etik jaksa,  Pengawasan baru turun.”

REKANAN

Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak menjelaskan,  Rabu (9/6) pukul 08. 00 WIB, Tim Gabungan Kejaksaan,  terdiri Tim Tangkap Buronan (Tabur)  Kejaksaan Agung dan Kejati Jambi menangkap Ir. Saryono Bin Wirodihardjo dan Musashi Pangeran Batara.

“Saryono diamankan di Jalan Inu Kertapati, Telanaipura,  Jambi, Rabu (9/6). Musashi Pangeran Batara diamankan di Jalan Dukuh, Kramatjati, Jakarta Timur,  Selasa (8/6),”  katanya, Rabu (9/6) malam.

Terpidana Saryono, yang dilahirkan 59 tahun lalu adalah Direktur PT. Rinbo Peraduan. Pangeran berusia 38 tahun adalah Direktur PT. Bunga Tanjung Raya.

Menurut Leonard, sesuai Putusan Pengadilan Tinggi Jambi Nomor : 3/PID.SUS-TPK/2021/PT.JMB Tanggal 16 April 2021, Saryono dihukum 5 tahun penjara.

“Hukuman yang sama buat Musashi dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan penjara sesuai Putusan Pengadilan Tinggi Jambi Nomor : 4/PID.SUS-TPK/2021/PT.JMB Tanggal 16 April 2021,” ungkapnya.

Terhadap Musashi, masih kata Leonard
telah diterbangkan ke Jambi dengan Batik Air, Rabu (9/6), pukul 13. 00 WIB.

Leonard menjelaskan dalam kasus Pekerjaan Peningkatan Jalan Pondok Rangon, Kabupaten Tebo, telah diputus 4 (empat) orang Terpidana.

“Dua orang Terpidana telah melaksanakan eksekusi, sedangkan 2 (dua) orang Terpidana melarikan diri (DPO) dan Selasa -Rabu berhasil diamankan untuk menjalani eksekusi.”

DUA TERSANGKA LAGI

Dalam keterangannya, tidak disebutkan nama dua terpidana yang sudah dieksekusi,  selain Saryono dan Pangeran.

Kuat dugaan, salah satunya adalah Joko Pariadi (Kabid Bina Marga DPU Tebo) yang disidangkan, di Pengadilan Tipikor, Jambi , Rabu (25/11/2015). Joko dinyatakan terbukti bersalah.

Perkara ini sempat disidik di era Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) Widyo Pramono dan ditetapkan 6 tersangka,  Jumat (27/2/2015).

Dari enam tersangka,  baru berkas Joko Pariadi (Kabid Bina Marga DPU Tebo) yang diajukan dan disidangkan, di Pengadilan Tipikor,  Jambi , Rabu (25/11/2015).

Lima tersangka lain,  terdiri Saryono dan Musashi Pangeran Batara. Serta,
Hasoloan Sitanggang (Direktur PT. Bunga Tanjung Raya), AA ( Direktur PT. Kalinga Jaya Sakti)  dan DK (Karyawan PT. Bunga Tanjung Raya).

Kasus ini muncul ke permukaan,  setelah Jampidsus Ali Mukartono membuka lagi dan memeriksa Musashi, Senin (24/8/2020).

Kapuspenkum (saat itu)  Hari Setiyono menyebut Musashi diperiksa sebagai tersangka, tapi tidak disinggung kenapa tersangka tidak ditahan.

Saat itu,  dalam keterangan tertulis hanya disebutkan kasus yang menjerat Musashi,  adalah proyek pengadaan barang, dalam Proyek Pekerjaan Paket 10 (Pengaspalan Jalan Pal 12 – Jalan 21 Unit 1 ) dan Paket 11 Pengaspalan Jalan Muara Nero – Muara Tabun di DPU, Tahun Anggaran 2013 -2015.

Kasubdit Korupsi dan TPPU (saat itu) Sarjono Turin menambahkan proyek senilai Rp63 miliar, yang dikerjakan rekanan DPU Tebo tidak sesuai spesifikasi.

“Kualitas aspal tidak sesuai Surat Edaran Menteri PU,  2010,” ungkap Turin.

Pada era Widyo Pramono juga disidik kasus pengadaan Alat Kesehatan dan Obat Ibatan di RSUD Raden Mataher Jambi,  Kabupaten Muaro Jambi, 2010.

Tersangka, Mulia Idris Rambe (Direktur Pengembanhan SDM dam Sarana Prasarana) dsn Zuherli (Direktur PT. Sindang Serasan).  Nilai proyek Rp49,9 miliar. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *