Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Meneliti Jalur Rempah Melalui Simposium Amerika Eropa 2021

HEADLINE NASIONAL

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA: Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang sangat beragam. Salah satu hasil alam yang paling terkenal ialah rempah-rempahnya dan ini menjadi perhatian bagi Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) saat menggelar simposium secara digital.  

Direktorat Jenderal Kebudayaan mengembangkan proyek strategis untuk mengembangkan kekayaan budaya Indonesia, memperkuat karakter bangsa, dan menyejahterakan rakyat.

Namun, program jalur rempah yang mulai hangat digaungkan pada tahun 2020 ini

nampaknya masih menimbulkan banyak miskonsepsi. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya sosialisasi pemerintah kepada masyarakat mengenai program ini.

Oleh karena itu, Perhimpunan Pelajar Indonesia Daerah (PPID) Kawasan Amerika Eropa  menginisiasi untuk melakukan kajian mengenai program jalur rempah dengan mengusung

tema ‘Jalur Rempah Sebagai Jaringan Peradaban Global’ dan melalui Simposium Amerika Eropa (SAE) Iberia 2021 digunakan untuk menyebarluaskan hasil kajian yang telah dilakukan, juga sebagai media untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat
mengenai visi misi pemajuan budaya, ekonomi, dan riset Indonesia.

Simposium Amerika Eropa (SAE) Iberia 2021 diselenggarakan melaui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan tersebut dibagi menjadi 3 panel. Panel pertama

bertema ‘Visi Pemajuan Budaya Indonesia’ dihadiri oleh Yulianto Yudo (TK SAE Iberia  2021, SAE Iberia) yang menyampaikan materi berjudul Laporan Iberia 2021: Pemajuan

Budaya Melalui Kesadaran Sejarah Jalur Rempah. Hasil laporan tersebut merupakan hasil dari kajian tim yang terdiri dari pelajar
Indonesia yang berada di seluruh penjuru Eropa.

Pada kesempatan ini, Yulianto menjelaskan perbedaan urgensi jalur rempah di masa lalu dan masa kini. “Di masa kini kita melihat jalur rempah sebagai program gotong royong untuk memajukan budaya Indonesia. Kita tidak lagi melihat jalur rempah sebagai komoditas, namun kita mengambil nilai-nilai yang masih relevan di masa kini,” kata Yulianto,  Jumat (11/6).

Materi selanjutnya dengan tema ‘Jalur Rempah dan Visi Pemajuan Budaya Indonesia’ disampaikan oleh Dr. Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal Kebudayaan. “Berpijak pada sumber daya lokal, memperkuat tatanan nasional, dan berkiprah di dunia internasional,” ujarnya.

Materi terakhir dalam panel pertama bertema ‘Jalur Rempah dan Potensi Inskripsi Warisan Budaya Dunia UNESCO’ disampaikan oleh Prof. Dr. Surya Rosa Putra selaku  Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO.

Panel kedua bertema ‘Visi Pemajuan Ekonomi Indonesia’ disampaikan oleh  oleh Menteri Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif  Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno. Dia menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk sukses pada bidang industri kreatif.

Pemerintah telah melakukan upaya untuk meningkatkan dan membangkitkan industri ekonomi kreatif yang terkena dampak negatif pandemi Covid-19,” kata Sandi. Menurutnya gnerasi milenial dapat menjadi agen perubahan dan ikut berkontribusi dalam industri ekonomi kreatif Indonesia. (joko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *