Tinggal Menunggu Kasus Dana Hibah Sumsel Dituntaskan? 

HEADLINE HUKRIM

Tersangka ke-6 Kasus IUP Ditahan

JAKARTANEWS. Id-JAKRTA: Teka-teki itu terjawab,  tersangka keenam kasus Jual Beli IUP Batubara,  Sarolangun,  Jambi berinisial MTM menyusul lima tersangka lain di penjara,  pada akhirnya. 

MTM adalah Mantan Komisaris PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) tahun 2010-2011. Dia ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

“Tersangka ditahan selama 20 hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penyidikan,  ” kata Kapuspenkum Leonard EE. Simanjuntak,di Jakarta,  Rabu (8/6) malam.

Penuntasan perkara yang Mangkrak sejak 2019 ini sesuai komitmen Jampidsus Ali Mukartono dan Febrie Adriansyah (Direktur Penyidikan), beberapa waktu lalu.

Perkara 6 tersangka kasus DPU Tebo,   Jambi meski masih menyisakan dua tersangka dan kasus Jual Beli IUP Batubara nyaris tuntas.

Tinggal,  menunggu penuntasan perkara Mangkrak lainnya,  7 tersangka Kasus BTN Gresik dan BTN Semarang serta penuntasan penyidikan kasus PT. BMI di BTN Kuningan,  Jakarta Selatan.

Tentunya,  kasus Dana Hibah Sumsel,  7 tersangka kasus Bank Mandiri Solo, kasus Victoria atas nama Rita Rosela Dkk,  kasus Pelindo II dan lainnya.

DIJERAT TPPU?

Sebelum MTM,  telah ditahan empat tersangka lain,  Rabu (2/6) dan satu tersangka lagi, Direktur PT. Indonesia Coal Resources (ICR)  AT ditahan Kamis (3/6).

Empat tersangka dimaksud, adalah AL (Direktur PT. Antam periode 2008-2013) dan HW (Direktur Operasional PT. Antam), BM (Mantan Direktur Utama PT. ICR tahun 2008 – 2014) dan  MH (Komisaris PT. Tamarona Mas Internasional periode 2009-sekarang).

Keenam tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor No. 32/1999 yang diubah dengan UU No. 20/2001 dengan ancaman hukuman seumur hidup dan atau paling lama 20 tahun.

“Harusnya,  mereka dijerat juga dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),  karena patut diduga ada permufakatan jahat merongrong keuangan PT. Antam,  ” tutur Pegiat Anti Korupsi Boyamin Saiman secara terpisah,  Kamis (10/6).

PERMUFAKATAN JAHAT

Peran Tersangka MTM dalam perkara tersebut, menurut Leonard telah bersepakat dengan Tersangka BM selaku Dirut PT. ICR tahun 2008 – 2014 dalam menentukan harga akuisisi sebesar Rp92, 5 miliar, meski belum dilakukan due dilligence.

Tersangka bersama dengan Tersangka MH selaku Komisaris PT. Tamarona Mas Internasional periode 2009 – sekarang, bekerja sama untuk mensiasati seolah-olah menanam saham Rp1, 250 miliar, di PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP).

Cara itu dimaksudkan,  supaya PT. CTSP) dapat digunakan sebagai perusahaan perantara peralihan IUP dari PT. Tamarona Mas Internasional (TMI).

Tersangka MTM menerima pembayaran sebesar Rp56, 500 miliar dari hasil akuisisi PT. CTSP oleh PT. Indonesia Coal Resources (ICR).

Tersangka MTM dan Tersangka MH selaku Komisaris PT. Tamarona Mas Internasional periode 2009 – sekarang, menjamin keaslian dokumen-dokumen perijinan.

“Padahal dokumen banyak yang tidak lengkap dan hanya fotocopy saja, ” pungkas Leonard.  (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *