Cabut Paspornya, Buronan Kasus Victoria Suzana Dkk Pasti Akan Pulang ke Indonesia

HEADLINE OPINI

Oleh: Abdul Haris Iriawan/AHI *)

Bagaimana pengejaran 3 buronan,   tersangka kasus Victoria atas nama Suzana Tanojo (Komisaris PT. Victoria Sekuritas Indonesia)  Dkk? 

Pertanyaan itu muncul seiring telah tertangkapnya buronan beresiko tinggi Adelin Lis alias Hendro Leonardi dan buronan uzur Hendra Subrata,  di Singapura dan bahkan Adelin telah dieksekusi,  di Lapas Gunung Sindur,  Kabupaten Bogor,  Senin (28/6).

Terlepas tertangkapnya kedua buronan atas peran institusi lain dan atau negara lain,  ada satu pintu untuk bisa memulangkan Suzana Dkk dan buronan lain ke tanah air melalui pembatalan kepemilikan paspor.

Dari penjelasan Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard EE. Simanjuntak atas tertangkapnya kedua buronan, jelas nampak Adelin dan Hendra tertangkap dan dideportasi dari Singapura terkait pembuatan (perpanjangan paspor,  Red).

Pembatalan atau pencabutan dokumen keimigrasian, secara langsung berdampak kepada pemegang paspor tidak bisa bepergian dari satu negara ke negara lain.

Tentu, peran Kantor Kedutaan Besar (Kedubes)  RI amat penting. Dengan demikian,  saat buronan akan memperpanjang (membuat permohonan paspor baru,  Red) dapat segera dideteksi secara dini.

Dubes RI untuk Singapura Suryropatomo,adalah satu contoh. Mantan Jurnalis Olahraga pada Harian Kompas,  awal tahun 1990-an adalah contoh. Proaktif dan jemput bola. Adelin dan Hendra dapat dipulangkan.

Dalam perjalanan sejarah,  pencabutan paspor sudah dilakukan,  sejak 1996. Zarima Mirafsur dapat dipulangkan dari pelarian ke Houston,  Texas. Dia ditangkap Otoritas Imigrasi Setempat, Senin (4/11/1996). Melarikan diri,  9 Agustus 1996.

Dia tersangka atas kepemilikan ekstasi sebanyak 29. 776 butir. Pencabutan paspor atas permintaan Polda Metro Jaya.

Lalu, Nazarudin (Politisi Demokrat)  juga dicabut paspor atas permintaan KPK,  Selasa (5/7/2011). Permintaan pencabutan paspor oleh KPK,  Senin (4/7/2011) terkait penanganan tindak pidana korupsi.

Terakhir,  La Nyalla Mattalitti. Dicabut paspornya, Kamis (7/4/2019) atas permintaan Kejaksaan Agung terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Meski kemudian, La Nyalla dinyatakan tidak terbukti dalam perkara Dana Hibah Kadin Jatim 2011 – 2014 oleh Pengadilan Tipikor, Selasa (26/12/2016).

KOMITMEN

Pada akhirnya, semua kembal kepada komitmen lembaga penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.

Spirit memberantas korupsi hendaknya diimplemantasikan pada kebijakan dan sikap dan bukan karena adanya dugaan kepentingan politik sesaat?

Dekat atau jauh dengan kekuasaan, buronan yang terlibat aneka kejahatan di tanah air jangan diberi ruang agar menjadi pelajaran orang lain, agar tidak mencoba-coba melarikan diri.

Seperti halnya tindak pidana terorisme,  tindak pidana korupsi juga masuk kategori kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Tentunya,  penanganannya juga harus luar biasa.

Kembali kepada kasus Victoria, selain Suzana Tanojo juga Direktur PT. VSI Rita Rosela, Analis Kredit BPPN Harianto Tanudjaja (ketiga tersangka berstatus buron, Red), sejak 2016.

Terakhir,  Kepala BPPN Syafruddin Temenggung telah dijadikan tersangka,  sejak 21 September 2016. Bahkan, belakangan berkas perkara diduga telah dinyatakan lengkap (P21) ?

Kasus ini sempat menyedot perhatian,  lantaran Taipan Mukmi Ali Gunawan sempat dicegah ke luar negari selama 6 bulan dan diperpanjang 6 bulan. Meski,  kemudian dicabut, karena diduga tidak ada keterlibatan dalam kasus Victoria.

Hendaknya, tidak terulang kasus BLBI Bank BDNI Sjamsul Nursalim,  awal 2000-an yang dijadikan tersangka dan tidak mau pulang ke tanah air,  usai berobat ke Jepang dan memilih Singapura sebagai tempat tinggal tidak terulang.

Kejaksaan  tidak melakukan seperti kasus Zarima, yakni pencabutan paspor agar dapat dideportasi Imigrasi Singapura ke Indonesia.

Oleh karena itu, yakin se-yakinnya,  jika Kejaksaan mengajukan pencabutan paspor 3 buronan kasus Victoria ke Ditjen Imigrasi, maka mereka dapat dipulangkan ke tanah air dan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Dengan demikian buronan Yuni (Direktur CV. Sri Makmur), tersangka kasus LTE Turbin 1. 1 dan 1. 2, Belawan Medan, Albertus S. Mulyanto (kasus Penjualan Lahan Jatinegara)  dan buronan lain tinggal tunggu waktu dipulangkan. Ayo Kejaksaan. Kamu Bisa! (Wartawan Senior *)

 

Tagged

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *